#Bebaskan PalestinaNASIONAL

Sembilan WNI Tiba di Indonesia, Maimon Herawati: Pembebasan Seluruh Tahanan Palestina Jadi Target Berikutnya

Tak hanya itu, sejumlah sanksi internasional juga mulai dijatuhkan, termasuk larangan masuk ke Prancis terhadap pejabat keamanan Israel, Itamar Ben-Gvir.

Meski demikian, Maimon mengingatkan bahwa penderitaan yang dialami para aktivis selama empat hari di tahanan Israel masih belum seberapa dibandingkan penderitaan rakyat Palestina.

“Apa yang dialami teman-teman kami belum ada apa-apanya dibandingkan dengan yang dialami rakyat Palestina,” ujarnya.

Ia mencontohkan kasus Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza, Dr. Hussam Abu Safiya, yang hingga kini masih dipenjara karena menolak menghentikan pelayanan medis kepada warga Palestina.

Ia juga menyinggung kasus Dr. Adnan Al-Bursh yang dilaporkan meninggal akibat penyiksaan di penjara Israel. “Yang mereka lakukan di depan kamera saja sudah mengerikan. Kita tidak tahu apa yang terjadi di balik kamera,” katanya.

Maimon mengungkapkan saat ini lebih dari 9.000 warga Palestina masih berada di penjara Israel, termasuk sekitar 400 anak-anak dan lebih dari 200 perempuan.

“Mereka ditahan dalam sistem administrative detention, bisa dipenjara enam bulan tanpa dakwaan apa pun. Semua mengalami penyiksaan yang melampaui batas kemanusiaan,” ujarnya.

Karena itu, ia menegaskan misi Global Sumud Flotilla belum selesai. “Kami berangkat bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga ingin membebaskan tahanan Palestina. Kerja belum selesai sampai seluruh tahanan Palestina bebas,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Maimon juga menyoroti terus meluasnya pendudukan Israel di Gaza. Menurutnya, meski dunia menyebut adanya gencatan senjata, realitas di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.

“Saat penandatanganan kesepakatan damai, Israel menguasai 53 persen wilayah Gaza. Sekarang mereka menguasai 64 persen. Artinya hanya tersisa 36 persen wilayah untuk dua juta penduduk Gaza. Ini bukan gencatan senjata, ini genosida,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Maimon mengingatkan bahwa Indonesia memiliki utang sejarah kepada Palestina.

Ia menyinggung peran Mufti Palestina Muhammad Amin al-Husseini yang pernah menyuarakan dukungan bagi kemerdekaan Indonesia, serta tokoh Palestina Mohammad Ali Taher yang disebut memberikan bantuan dana kepada perjuangan Indonesia.

“Presiden Soekarno pernah mengatakan bahwa pekerjaan rumah Konferensi Asia Afrika adalah kemerdekaan Palestina. Itu adalah amanah sejarah yang harus terus kita perjuangkan,” pungkasnya. []

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button