Sembilan WNI Tiba di Indonesia, Maimon Herawati: Pembebasan Seluruh Tahanan Palestina Jadi Target Berikutnya
Jakarta (SI Online) – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla telah tiba di Indonesia setelah sebelumnya dibebaskan dari penahanan tentara penjajah Israel.
Steering Committee Global Sumud Flotilla sekaligus koordinator Global Peace Convoy, Maimon Herawati, mengungkapkan bahwa misi kemanusiaan menuju Gaza bukan hanya tentang mengirim bantuan, tetapi juga bagian dari perjuangan lebih besar untuk membebaskan rakyat Palestina dari penindasan, termasuk ribuan tahanan yang masih mendekam di penjara Israel.
Hal itu disampaikan Maimon saat menjelaskan perkembangan terbaru pasca pencegatan dan penculikan 428 aktivis internasional dari 50 negara oleh pasukan Israel di perairan internasional.
Menurutnya, panitia pusat Global Sumud Flotilla telah menyiapkan sistem darurat sejak awal keberangkatan, termasuk pelacakan posisi peserta apabila terjadi penangkapan.
“Kami sudah membuat sistem sehingga ketika penculikan terjadi, kami langsung tahu teman-teman dibawa ke mana. Bahkan sebelum mereka tiba di Ashdod, kami sudah menerima informasinya,” ujar Maimon setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Ahad (24/5/2026).
Selain itu, panitia juga menyiapkan tim kuasa hukum internasional untuk seluruh peserta. Langkah ini memungkinkan para aktivis mendapat perlindungan hukum segera setelah ditahan.
“Begitu tim kuasa hukum menerima surat kuasa, mereka langsung bergerak. Karena memang tidak ada pelanggaran hukum yang dilakukan para peserta, maka yang diupayakan adalah pembebasan secepatnya,” jelasnya.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Seluruh peserta akhirnya dibebaskan setelah sempat ditahan selama empat hari.
Maimon secara khusus mengapresiasi dukungan Pemerintah Turki yang dinilainya sangat besar dalam proses evakuasi para aktivis.
“Awalnya Turki hanya akan mengirim satu pesawat untuk sekitar 90 warga negaranya. Namun kemudian diputuskan seluruh peserta dibawa ke Istanbul agar tidak terpecah ke Yordania atau Mesir. Alhamdulillah, Turki akhirnya mengirim tiga pesawat,” katanya.
Menurutnya, bantuan Turki tidak hanya berupa transportasi, tetapi juga dukungan logistik, akomodasi, hingga layanan medis bagi para peserta setibanya di Istanbul.
Namun, bagi Maimon, pembebasan para aktivis internasional bukan akhir perjuangan. “Apa yang akan kita lakukan sekarang adalah membangun kasus ini untuk dibawa ke pengadilan internasional,” tegasnya.
Ia menyebut saat ini telah terbit 35 surat perintah penangkapan terhadap personel militer Israel (IDF) dan para pemimpinnya atas berbagai dugaan pelanggaran hukum internasional terkait insiden tersebut.






