NASIONAL

Sepuluh Nasihat Terbuka untuk Presiden Prabowo

7. Jalankan hukum dan tegakkan lah keadilan, karena sejatinya esensi dari bernegara dan berpemerintahan adalah untuk menata kehidupan rakyat demi harmoni dan kemajuan bersama. Maka, perlakukanlah semua warga negara sama di depan hukum. Jangan biarkan ada warga negara, karena jabatan atau alasan lainnya, memiliki keistimewaan dan tidak tersentuh hukum. Hukum harus sama tajam ke bawah dan ke atas. Bahkan, dalam penerapannya, mestinya hukum lebih tajam ke atas dibanding ke bawah karena dampak kerusakan negara utamanya adalah dari atas.

Jangan rampas atau jangan biarkan dirampas, hak-hak rakyat. Hukum harus mampu melindungi yang lemah, mencegah yang kuat berlaku semena-mena. Jangan pula hukum (undang-undang) dibuat atau dirubah untuk kepentingan orang atau kelompok tertentu. Rakyat ingin diperlakukan secara adil.

Bila hukum tajam ke bawah tumpul ke atas –sebagaimana yang Anda sering pidatokan tantang fakta hukum saat ini, lalu rakyat lemah tidak terlidungi dari kesemena-menaan penguasa, hak-hak rakyat dirampas, hasil kerja mereka juga “dirampas” dengan dalih pajak, kekayaan alamnya dikuras oleh elit penguasa, suara jeritan mereka diabaikan dan bahkan sering dituding sebagai ancaman terhadap stabilitas kemanan negara, maka diksi apa lagi yang tepat digunakan untuk menggambarkan keadaan ini selain penindasan dan penjajahan ? Ini adalah penindasan, penjajahan yang sesungguhnya.

Insaniyah, tidak ada yang mau dijajah. Manusia diciptakan Allah memang sebagai makhluk yang merdeka. Karena itu, akal sehat akan menerima dan mendukung setiap gerakan revolusi untuk membebaskan diri dari penjajahan. Tentu, situasi ini bisa saja dimanfaatkan oleh pihak asing yang memang sejak lama sudah mengincar kekayaan Indonesia. Ini berbahaya. Karena itu, tutuplah semua celah yang berbau penindasan terhadap rakyat. Tegakkan hukum, berlakulah adil.

8. Bekerjalah perioitas, utamakan yang sangat peting dan mendesak baginkepentingan rakyat, bangsa dan negara. Hemat saya, perioritas internal saat ini ada tiga –maaf jika salah, yakni : memburu dan menghukum serta merampas harta kekayaan para koruptor tanpa kecuali; menyediakan kebutuhan pokok rakyat dengan harga minimal; membuka seluas-luasnya lapangan kerja sehingga dalam waktu singkat (minimal) tidak lagi ada pengangguran kaum terdidik. Jika tiga hal ini dapat Anda lakukan dalam satu tahun ke depan, Insya Allah inilah prestasi yang terpuji. Rakyat akan berada di belakang membela Anda, kecuali ternak-ternak si koruptor. Tetapi itu tidak seberapa bilangannya.

Janganlah berfikir untuk jadi Presiden periode berikutnya. Karena itu akan sangat mengganggu pikiran dan kinekerja Anda. Anda bisa keliru dalam menentukan perioritas-perioritas kerja untuk bangsa ini. Anda baru menduduki kursi selama 20 bulan, masih ada 40 bulan lagi. Fokuslah pada kerja dengan perioritas. Percayalah, jika Anda tepat menentukan perioritas kerja dan berhasil melaksanakannya, Anda akan bertahta di hati rakyat. Anda tetap diharapkan memimpin negeri ini. Seperti Nelson Mandela dari Afrika yang berhasil membebaskan bangsanya dari penindasan apartheid. Ia diinginkan rakyatnya untuk tetap memimpin. Meski pun ia tidak bersedia dan tidak lagi jadi Presiden, ia tetap dicintai rakyat dan didengar setiap petuahnya. Ia dikagumi bahkan oleh dunia.

9. Indonesia, selain memiliki sumber daya alam yang luar biasa –yang membuat iri banyak negara, memiliki modal sosial yang sangat berharga yang tidak dipunyai negara mana pun di dunia : peduduk muslim terbesar di dunia.

Lain dari itu, ulamanya. Sejak zaman perjuangan kemerdekaan, tepatnya di abad 19, ulama-ulama Indonesia (nusantara) sudah dikenal dan menjadi guru bagi banyak ulama dunia, baik langsung mau pun tidak langsung. Pemikiran dan kitab-kitab Ulama Indonesia menjadi rujukan bagi banyak da’i dan Perguruan Tinggi Islam di dunia. Hingga waktu yang masih dekat dengan sekarang, di penghujung abad 20 misalnya, Indonesia memiliki Ulama yang disegani di dunia Islam seperti Dr. (HC) Mohammad Natsir, Buya Hamka, Prof. Dr. Rasyidi dan lain-lain. Berbagai organisasi Islam internasional, selalu menempatkan tokoh-ulama Indonesia di jajaran pengurus pentingnya, hingga detik ini.

Disamping itu, Indonesia memiliki banyak organisisasi Islam yang punya pengaruh besar (setidaknya jaringan) di dunia internasional, khususnya Dunia Islam. Pengamat Internasional mengakui bahwa Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi kemasyarakatan terbesar di dunia dengan anggota dan simpatisan tidak kurang dari 100 juta. Semenentara Lembaga pemeringkat data internasional, Seasia Stats, menobatkan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terkaya di dunia dengan total aset fantastis : Rp 454 triliun hingga Rp 462 triliun.

Fakta ini membuat Indonesia menjadi penting dan stategis di kancah politik global. Indonesia kemudian disegani, dihormati sekaligus juga dilirik baik oleh negara-negara Islam mau pun bukan. Ringkasnya, jika potensi ini dikelola dengan baik, Indonesia punya potensi dan peluang besar untuk memimpin Dunia Islam dan berperan besar menentukan politik global. Karena itu Saya menasihatkan Anda, kelola lah potensi besar ini, jadilah pemimpin bagi Dunia Islam. Jika tidak, maka Indonesia malah bisa dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan politik geloal mereka.

10. Bandul kekuatan politik global tampaknya sedang bergerak ke Timur. Arogansi Israel dan kesemena-menaan Amerika telah runtuh. Topeng kejayaan dan kekuatan yang membungkus kejahatan, kekejian dan kelicikan mereka telah terkuak. Perang dengan Iran membuka segalanya. Kini Israel hancur dan dikucilkan dunia, Amerika sempoyongan ditinggal sekutunya. Dunia Islam mengonsolidasi diri. Bagaimana dengan Indonesia ?

Saya menasihatkan agar Anda segera menarik total keanggotan Indonesia dari Board of Peace. Ide untuk mengakui keberadaan dan menjamin keamanan Isreal adalah upaya sia-sia, ibarat menegakkan benang basah. Bersandar kepada kekuatan Amerika Serikat, dalam menghadapi percaturan politik global, ternyata seperti bergantung di dahan yang lapuk. Jadi, keberadaan Indonesia di BoP hanyalah keuntungan bagi Amerika untuk bisa tetap tampil gagah –sebab didukung oleh negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Adalah sangat bijak, bila Anda mempertimbangkan agar Indonesia segera bergabung dengan apa yang diprakarsai oleh Turkey, Pakistan dan Saudi Arabia : Aliansi “NATO” Dunia Islam. Adalah aib besar, bila ternyata NATO Dunia Islam terbentuk dan Indonesia terlambat bergabubng. Apalagi tidak bergabung !

Yang Mulia Bapak Presiden Prabowo Subianto, nasihat terbuka ini Saya sampaikan semata-mata didorong oleh rasa cinta yang dalam terhadap negeri kita yang kaya dan indah ini. Saya ingin rakyat kita hidup makmur. Sudah 81 tahun merdeka, sepantasnyalah mereka sudah menikmati hidup sejahtera, harmoni dan bangga akan pemimpinnya yang adil penuh bijaksana dan beribawa di mata dunia. Di samping itu, sebagai muslim, Saya (tentu juga Anda) terikat komitmen untuk saling menasehati akan kebenaran dan kesabaran (QS 103:3). Lebih dari itu, dengan menasihatkan kebajikan mengingatkan Anda untuk tidak berbuat salah, Saya Ingin dicatat sebagai golongan ummat terbaik ( QS 3:110)

Saya, Masri Sitanggang, PhD dari Indian Agricultural Research Institute, New Delhi, India, mantan Dosen di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Medan, bermukim di Medan. Jika ada yang bertanya pada saya (karena nasihat saya ini) : “apa jasamu untuk negara ?” (seperti yang sering ditanyakan Luhut Binsar Panjaitan kepada orang-orang keritis) maka jawab saya : “Belum ada”. Sebab, bekerja sebagai dosen pun saya dibayar oleh negara yang uangnya dari rakyat.

Medan, 30 Juni 2026
Wassalam

Laman sebelumnya 1 2
BACA JUGA
Close
Back to top button