Serangan yang Mengubah Geometri Perang
Serangan Israel terhadap Doha pada September dan Teheran pada Februari menunjukkan kemampuan baru yang dapat membuat peperangan semakin tidak terduga.
Dan begitu terkikis, tidak ada jalan kembali.
Hasilnya adalah perubahan struktural dalam kerentanan. Fisika yang sama berlaku bagi semua pihak. Tidak ada sistem pertahanan yang dapat sepenuhnya kebal terhadapnya.
Israel memperluas jangkauan serangannya. Tetapi negara itu juga menunjukkan kondisi yang memungkinkan pihak lain melakukan hal yang sama. Kini hanya tinggal masalah waktu sebelum negara lain dapat mereplikasi sistem ini.
Implikasinya bagi para pemimpin dunia sangat besar. Ketika kemampuan seperti ini menyebar, peperangan akan menjadi lebih tidak terduga, lebih berbahaya, dan lebih rentan terhadap salah perhitungan. Waktu pengambilan keputusan akan semakin singkat, memaksa para pemimpin membuat keputusan besar dalam hitungan menit, bukan hari.
Sistem ini dapat menjadi alat bukan hanya untuk pencegahan dan perang, tetapi juga untuk pemaksaan politik, persaingan regional, dan penyelesaian rivalitas strategis.
Geografi, jarak, dan kedalaman strategis perlahan kehilangan nilai tradisionalnya sebagai penyangga peringatan dan perlindungan. Rasa aman semakin menghilang.[]
Sumber: Al Jazeera






