Macron: Strategi Militer Israel Picu Kebencian dan Kekerasan
Istanbul (Suaraislam.id) – Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan strategi militer Israel di Lebanon, Jalur Gaza, dan Tepi Barat bertentangan dengan kepentingan Israel sendiri. Menurutnya, strategi tersebut justru memicu kebencian dan kekerasan.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi France 2 pada Kamis (18/6/2026), Macron menilai permintaan Presiden AS Donald Trump agar pemimpin Israel Benjamin Netanyahu “menunjukkan rasa tanggung jawab” adalah langkah yang tepat.
Macron menegaskan keamanan Israel tidak dapat dijamin melalui pendudukan atau penguasaan wilayah di negara-negara tetangganya.
“Strategi yang terus dijalankan (Netanyahu) di Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon selatan dalam jangka panjang bertentangan dengan kepentingan Israel karena memicu kebencian dan kekerasan di kalangan masyarakat di kawasan itu,” ujar Macron.
Ia juga kembali menekankan pentingnya perjanjian perdamaian Iran yang baru saja ditandatangani bagi stabilitas Lebanon.
“Kami akan segera memobilisasi komunitas internasional untuk membantu tentara Lebanon mendapatkan kembali kendali atas wilayahnya,” tambahnya.
Macron menegaskan konflik dengan Iran belum sepenuhnya berakhir meski kesepakatan telah tercapai. Saat ini, fase baru kerja sama dan dialog telah dimulai.
“Selalu lebih baik memiliki sebuah kesepakatan daripada perang, terutama ketika terdapat risiko eskalasi, dan itulah yang terjadi,” jelasnya.
“Kita tidak dapat mencapai pergantian rezim melalui pengeboman,” pungkas Macron.[]
Sumber: Anadolu





