#Gencatan SenjataOPINI

Serikat Buruh di Eropa Bisa Bantu Akhiri Genosida Israel di Gaza

Aksi protes industri adalah alat yang kuat untuk mengacaukan rantai pasok perang dan memaksa pemerintah bertindak.

Mengganggu perdagangan Uni Eropa–Israel

Uni Eropa adalah mitra dagang terbesar Israel, mencakup 32 persen total perdagangan barang Israel pada 2024. UE menyuplai 34,2 persen impor Israel dan menerima 28,8 persen ekspornya. Banyak pasokan militer dan logistik Israel berasal dari negara-negara UE. Mengganggu rantai pasok ini akan langsung melemahkan mesin perang Israel.

Pelabuhan adalah titik kritis karena mengendalikan arus barang. Aksi industri selektif di pelabuhan yang menghentikan pengiriman ke atau dari Israel akan sangat berdampak. Barang-barang Israel hanya mencakup 0,8 persen dari total perdagangan UE, jadi tindakan ini akan sangat merugikan Israel sementara hanya sedikit memengaruhi ekonomi Eropa.

Selain itu, gangguan di pelabuhan UE juga akan berdampak ke luar Eropa. Sebagian besar perdagangan Israel dengan Amerika Serikat — mitra dagang terbesarnya dengan nilai 55 miliar dolar AS pada 2024 — melewati pelabuhan-pelabuhan besar Eropa. Pemblokiran pengiriman atau kenaikan biaya karena harus menghindari pelabuhan UE akan meningkatkan tajam biaya logistik Israel.

Serikat buruh juga dapat menolak menangani barang yang diproduksi di permukiman ilegal Israel di wilayah Palestina yang diduduki, atau bahkan menolak semua produk yang berasal dari atau dikirim ke Israel. Ini akan membuat perdagangan dengan Israel menjadi mahal bagi perusahaan kecil dan menengah di Eropa.

Dengan begitu, serikat buruh menegakkan hukum internasional dan prinsip-prinsip hak asasi manusia yang telah diakui.

Aliansi solidaritas dan kekuatan buruh

Mengingat luasnya potensi aksi industri, gerakan solidaritas sebaiknya menjalin aliansi dengan serikat buruh di seluruh Eropa. Kelompok solidaritas dapat memobilisasi dukungan publik, mendorong boikot konsumen, dan mengedukasi masyarakat tentang sejarah Palestina serta tindakan Israel. Aktivitas semacam ini menjaga legitimasi, memperluas basis dukungan, dan mempertahankan kesadaran publik terhadap perjuangan Palestina.

Sementara itu, serikat buruh dapat mengambil tindakan langsung di lokasi produksi dan pelabuhan, menghentikan aliran barang menuju Israel.

Aliansi antara gerakan solidaritas dan serikat buruh ini akan mengubah perjuangan dari sekadar protes simbolik menjadi konfrontasi nyata terhadap sistem yang menopang perang Israel. Pada September lalu, aktivis dan pekerja di Italia telah menunjukkan seberapa efektif kombinasi aksi semacam itu melalui pemogokan nasional untuk Gaza.

Titik temu antara perjuangan buruh dan hak asasi manusia

Perang dan kolonisasi Israel atas Palestina bergantung pada hubungan erat dengan korporasi, terutama di Eropa dan Amerika Utara. Banyak dari perusahaan ini juga merupakan pemberi kerja besar di wilayah tersebut — mereka menindas pekerja, menekan upah, melobi deregulasi tenaga kerja, sekaligus meraup untung dari pendudukan dan perang. Mereka juga menekan pemerintah untuk mendukung Israel serta membeli senjata dan teknologi yang diuji coba terhadap warga Palestina untuk digunakan dalam pengawasan dan represi terhadap rakyat mereka sendiri.

Hal ini menciptakan dasar yang sama bagi gerakan solidaritas dan serikat buruh untuk bersatu melawan penindas bersama. Dengan mengganggu rantai pasok Israel, serikat buruh tidak hanya dapat melemahkan upaya perangnya, tetapi juga menuntut pertanggungjawaban perusahaan yang menempatkan keuntungan di atas nyawa manusia — baik Palestina maupun Eropa.

Konvergensi antara gerakan solidaritas dan serikat buruh ini sangat penting, terutama sekarang ketika Israel beralih ke strategi pembunuhan dan kelaparan perlahan di bawah kedok gencatan senjata untuk meredam kemarahan dunia.

Kita telah melihat pola kekerasan genosidal yang berlanjut meskipun telah ada kesepakatan sebelumnya — hal ini menegaskan bahwa isyarat simbolik dan janji diplomatik tidak cukup untuk menghentikan genosida di Gaza. Hanya aksi nyata dan terkoordinasi yang dapat menghancurkan mesin perang Israel.

Serikat buruh di Eropa memiliki kekuatan untuk melakukan hal itu — dengan memutus jalur ekonomi Israel melalui aksi industri yang strategis. Dengan menarget rantai pasok yang menopang perang, serikat buruh dapat menekan korporasi yang terlibat dan memaksa pemerintah meninggalkan retorika kosong. Protes simbolik dan slogan anti-perang tidak akan menghentikan Israel membunuh anak-anak Palestina. Para pekerja harus bersatu, mengambil sikap, dan mengakhiri kekerasan kolonial di Palestina. []

Sumber: Al Jazeera

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button