#Gencatan SenjataOPINI

Serikat Buruh di Eropa Bisa Bantu Akhiri Genosida Israel di Gaza

Aksi protes industri adalah alat yang kuat untuk mengacaukan rantai pasok perang dan memaksa pemerintah bertindak.

Oleh: Samer Jaber, Aktivis politik dan peneliti.

Gencatan senjata telah diberlakukan di Gaza sejak 10 Oktober, namun Israel belum menghentikan kekerasan brutalnya. Dalam kurun waktu tiga minggu, lebih dari 220 warga Palestina telah terbunuh.

Pada Selasa lalu saja, Israel membantai lebih dari 100 orang dalam waktu 24 jam. Israel terus menolak memasukkan jumlah bantuan yang telah disepakati dalam perjanjian gencatan senjata, serta menghalangi masuknya bahan bangunan, peralatan rekonstruksi, dan evakuasi medis berskala besar.

Di Tepi Barat yang diduduki, tentara dan pemukim Israel terus menyerang rakyat Palestina dan harta benda mereka tanpa hukuman. Sejak 7 Oktober 2023, mereka telah membunuh lebih dari 1.000 warga Palestina, termasuk 213 anak-anak. Hanya pada 16 Oktober lalu, tentara Israel menembak mati seorang anak berusia sembilan tahun saat ia bermain sepak bola bersama teman-temannya.

Gencatan senjata saja tidak akan menghentikan pembunuhan

Selama Israel terus menerima dukungan politik, militer, dan logistik dari Barat untuk melanjutkan pendudukan dan kolonisasinya atas Palestina, gencatan senjata tidak akan cukup menghentikan kekerasan. Dua tahun aksi protes jalanan di seluruh dunia telah berusaha menekan pemerintah agar mengubah kebijakan mereka terhadap Israel, namun sejauh ini belum membawa perubahan berarti.

Mobilisasi besar-besaran dari kalangan buruh mungkin menjadi jawabannya. Serikat buruh — terutama di Eropa — memiliki posisi unik untuk memainkan peran sentral dalam melemahkan dukungan pemerintah mereka terhadap Israel. Mengingat aktifnya perdagangan antara Israel dan negara-negara Eropa serta pentingnya pelabuhan-pelabuhan Eropa dalam rantai logistik global, para pekerja di berbagai sektor dapat berkontribusi besar dengan mengorganisir aksi untuk Palestina.

Mengapa aksi buruh adalah alat yang kuat?

Selama dua tahun terakhir, jutaan orang telah turun ke jalan di seluruh Eropa, namun pemerintah tetap mengabaikan seruan untuk mengakhiri segala bentuk dukungan terhadap Israel. Bahkan pemerintah Irlandia — yang dikenal vokal dalam mendukung hak-hak Palestina — tetap melakukan perdagangan besar dengan Israel. Pada tahun 2024, Irlandia menjadi importir ketiga terbesar bagi Israel.

Pawai publik sering kali hanya menjadi katup pelepas tekanan yang menyalurkan kemarahan rakyat tanpa benar-benar memaksa perubahan kebijakan. Namun aksi industri berbeda. Para pekerja adalah penggerak ekonomi — ketika mereka menolak bekerja, konsekuensinya bisa sangat besar secara politik dan ekonomi.

Tidak seperti pawai protes, pemogokan dan aksi industri dapat melumpuhkan rantai pasok, meningkatkan biaya produksi, dan memaksa pemerintah membuat konsesi. Serikat buruh memiliki pengalaman organisasi untuk meningkatkan aksi secara strategis — mulai dari perlambatan kerja lokal hingga pemogokan berskala nasional — sehingga gangguan ekonomi dapat diubah menjadi tekanan politik.

Dalam demokrasi liberal, serikat buruh tetap menjadi instrumen paling efektif bagi rakyat untuk memaksa pemerintah bertindak. Dan sejarah telah membuktikannya.

Pelajaran dari perjuangan anti-apartheid

Serikat buruh di negara-negara Barat pernah memainkan peran aktif dalam melawan rezim apartheid di Afrika Selatan. Pemogokan anti-apartheid di Dunnes Stores di Irlandia pada Juli 1984 — ketika para pekerja menolak menangani barang-barang asal Afrika Selatan — menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan pekerja. Demikian pula pada November 1984, buruh pelabuhan San Francisco menolak membongkar muatan dari kapal Afrika Selatan.

Aksi-aksi solidaritas semacam ini memperluas momentum gerakan anti-apartheid di Barat, yang akhirnya mendorong pemerintah-pemerintah Barat untuk secara resmi memberlakukan sanksi terhadap rezim tersebut.

1 2Laman berikutnya
Back to top button