NASIONAL

STID Mohammad Natsir Wisuda 132 Dai, Siap Langsung Bertugas

Tahap ketiga dilanjutkan dengan Pengaderan Berbasis Masyarakat berupa penugasan lapangan secara langsung di bawah naungan Dewan Da’wah. Tahun ini, Dewan Da’wah memberangkatkan 132 dai dan daiat ke berbagai titik pengabdian.

Ustaz Dwi Budiman Assiroji mengungkapkan bahwa keterbatasan jumlah dai saat ini berhadapan dengan tingginya permintaan dari daerah.

“Permintaan yang masuk ke bidang penempatan dai sudah lebih dari 300 titik, sementara ketersediaan dai ada 132 orang. Rasio permintaan satu banding dua, sehingga seluruh lulusan dipastikan langsung mengemban amanah di lapangan, tidak ada yang nganggur,” ujar Ustaz Dwi Budiman.

Selain penugasan di dalam negeri—dari kawasan pesisir hingga pegunungan—tahun ini Dewan Da’wah juga melanjutkan pengiriman dai ke luar negeri, yaitu ke Timor Leste.

Langkah ini merawat rantai perjuangan era 1980-an yang dahulu dirintis oleh Mohammad Natsir, di mana alumni-alumni pembinaan masa lalu kini memegang peran strategis di pemerintahan maupun lembaga dakwah Timor Leste.

Pengasuh Pesantren eLKISI K.H. Fathurrohman

Sementara itu, K.H. Fathurrohman dalam orasi ilmiahnya menceritakan pengalamannya dididik oleh dai-dai senior Dewan Da’wah Jawa Timur, seperti K.H. Misbah, K.H. Imam Bukhari, dan tokoh lainnya.

Kiai Fathur bercerita bahwa pada tahun 1990-an ia mendapat tugas dakwah dari K.H. Imam Bukhari untuk berdakwah di Banyuwangi. Saat itu, ia hanya dibekali uang 6.000 rupiah dan diminta menemui Bapak Nasrul Ilmi di daerah Genteng, Banyuwangi.

Ia pun berangkat dengan tekad membara meski tidak diberikan alamat yang jelas oleh seniornya. Namun, dengan niat dakwah yang ikhlas, ia akhirnya bertemu dengan Bapak Nasrul Ilmi yang merupakan Ketua Dewan Da’wah Banyuwangi.

Di sana, ia mengalami dinamika dakwah yang tidak ringan. Kadang lebih dari dua bulan ia tidak mendapat jamaah dan hanya berputar-putar silaturahmi ke masyarakat.

Kiai Fathur yang kini sukses mendirikan Pesantren eLKISI di Mojokerto, Jawa Timur, menyatakan bahwa dalam dakwah harus yakin terhadap adanya pertolongan dari Allah. Jika kamu menolong agama Allah, maka Allah akan menolong kamu, kata Kiai Fathur.

Ia juga berterus terang bahwa tekadnya mendirikan Pesantren eLKISI sebenarnya untuk menjawab tantangan dari Pak Tamat Anshori, Ketua Dewan Da’wah Jawa Timur waktu itu.

Pak Tamat bercerita kepadanya bahwa pada tahun 1996 Pak Tamat berkeliling ke pesantren-pesantren di Jawa Timur untuk meminta bantuan dai, tetapi tidak ada pesantren yang menyanggupinya.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button