Tanpa Netanyahu, Timur Tengah Aman
Amien menjelaskan Ayatullah Imam Khomeini menyebut Amerika sebagai Big Satan atau setan besar yang politik luar negerinya telah menyumbang kerusakan di dunia ini dan mengangkat dirinya sebagai polisi dunia.
“Nah, itu akhirnya saya mengimbau Presiden Prabowo untuk segera keluar, cepat keluar dari keanggotaan Board of Peace, Badan Perdamaian, buatan presiden super idiot itu yang telah jadi penjahat perang, war criminal, dan sekaligus ‘warmonger’ atau pengobar perang di mana-mana. Jadi, Pak Prabowo jangan Anda tunda, cepat ya. Ini aib Indonesia. Kalau sampai di situ, BoP yang menggelikan dan menghina akal sehat dan tetap Anda di situ mewakili Indonesia, jadi segera saja lakukan (keluar dari BOP). Saya kira ini permintaan bangsa pada umumnya,” paparnya.
Lebih lanjut Amien menjelaskan bahwa ada makalah panjang dari The Economic Times, The Global Desk pada 17 Maret 2026. Artikel panjang ini berjudul ‘Why has Israeli Prime Minister not attended last seven crucial cabinet meetings and Benjamin Netanyahu critically injured or that death rumors refuse to die down amid US Iran war’. Jadi mengapa Perdana Menteri Israel Netanyahu tidak pernah ikut rapat kabinet selama tujuh kali. Jadi tujuh kali absen terus.
“Sehingga apakah Benjamin Netanyahu itu parah lukanya sehingga sangat kritis atau memang sudah mati. Nah, masalahnya berita-berita rumor tentang kematian Netanyahu masih saja berlangsung di berbagai channel terutama di medsos ya. Tetapi telaah dari The Economic Times ini sangat meyakinkan bahwa Netanyahu sudah dicabut nyawanya oleh malaikat Izrail. Jadi jangan lagi kita dikibulin, ditipu-tipu terus oleh Israel yang memang pekerjaanya itu (suka menipu). Apalagi kalau bukan menipu ya menjajah, menyiksa orang dan lain sebagainya,“ tegas Amien menutup pidatonya. []
Izzadina






