#Perang Iran vs AS-IsraelINTERNASIONAL

Tolak Gencatan Senjata AS-Iran, Israel Ngeyel Tetap Duduki Lebanon

Berdasarkan sejumlah laporan media, Netanyahu juga terlibat perselisihan sengit dengan Trump secara tertutup akibat masalah pembatasan operasi militer ini.

Netanyahu menghadapi kritik tajam dari kalangan oposisi dan kelompok sayap kanan Israel yang menilai dirinya gagal mencegah lahirnya kesepakatan AS-Iran tersebut.

Kelompok garis keras Zionis sangat khawatir berakhirnya perang dengan Iran akan memaksa militer mereka mundur dari wilayah Lebanon, Suriah, dan juga Jalur Gaza.

Dalam konferensi persnya, Netanyahu mengakui bahwa dirinya tidak selalu sejalan dengan kebijakan Donald Trump dalam urusan geopolitik luar negeri.

Namun, ia tetap mengklaim bahwa perang yang dikobarkan Israel melawan Iran secara keseluruhan merupakan sebuah kemenangan mutlak bagi negaranya.

“Sering kali kami memiliki pandangan yang sama, tetapi ada juga situasi ketika kami tidak sepenuhnya sejalan. Saya bertanggung jawab atas kepentingan keamanan Israel. Saya akan mempertahankannya,” katanya, sebagaimana dikutip oleh The Jerusalem Post.

“Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, tidak hari ini dan tidak besok. Kami telah memenggal para pemimpin rezim teror itu, kami menghancurkan pabrik-pabrik terornya.”

Sebelumnya pada Senin, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, juga menegaskan bahwa mereka tidak akan menarik mundur pasukan dari wilayah pendudukan sejak 2023.

“Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan saya menjalankan kebijakan yang jelas untuk mempertahankan keberadaan tentara Israel di zona-zona keamanan di Lebanon, Suriah, dan Gaza tanpa batas waktu, guna melindungi perbatasan dan kota-kota Israel dari unsur-unsur jihadis,” tegasnya.

“Kami menentang penarikan tentara Israel dari Lebanon, terlepas dari tekanan yang ada saat ini maupun yang mungkin muncul di masa depan.”

Sumber: Al Jazeera

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button