INTERNASIONAL

Tony Blair Kontroversial, Mengapa Diusulkan untuk Peran Sementara Pascaperang Gaza?

Para komentator Palestina menilai Blair gagal sebagai utusan perdamaian. Ia memang mengawasi sejumlah proyek ekonomi, tetapi dinilai tak berbuat banyak untuk menghentikan perluasan permukiman ilegal Israel, kekerasan para pemukim, atau memajukan negara Palestina. Bahkan ada yang menuduhnya justru menghambat karena terlalu pro-Israel.

Blair juga tetap menjadi figur yang memecah belah di Inggris, popularitasnya anjlok sejak invasi Irak. Kabar keterlibatannya dalam menentukan masa depan Gaza mengejutkan dan memicu skeptisisme.

Di luar Blair, rencana 21 poin itu banyak dikritik sebagai bentuk kolonialisme baru terhadap Gaza, tanpa jaminan nyata bahwa kepemimpinan Palestina yang berkompeten akan diizinkan memerintah di masa depan.

Media Israel menyebut rencana ini sebagai opsi “lebih baik” dibanding gagasan ekstrem lain di Washington dan Tel Aviv, yang berpusat pada upaya memaksa sebanyak mungkin warga Palestina keluar dari Gaza sambil Israel terus menghancurkan sisa infrastruktur vital di sana dan membunuh warga sipil setiap hari.

Israel sendiri menegaskan akan tetap mempertahankan “kendali keamanan” atas Gaza, apa pun rencana ke depan. []

Sumber: Al Jazeera

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button