Total Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Akibat Serangan Zionis Israel
Lacroix mengatakan, UNIFIL sedang melakukan investigasi atas dua serangan mematikan tersebut.
Dia menegaskan, serangan terhadap penjaga perdamaian PBB tidak dapat diterima dan dapat merupakan kejahatan perang.
Setelah insiden penembakan mematikan pada Ahad, Juru Bicara UNIFIL Kandice Ardiel mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan.
“Untuk saat ini, kami belum memiliki gambaran jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi, tetapi itulah yang akan diungkap dalam investigasi,” katanya.
“Setelah penyelidikan itu selesai, seperti praktik biasanya, kami akan membagikannya kepada para pihak terkait. Dan bergantung pada hasilnya, jika kami menemukan pihak yang bertanggung jawab, kami akan memberi tahu mereka dan secara resmi mengajukan protes,” papar Ardiel.
Lebih dari 8.000 penjaga perdamaian dari hampir 50 negara bertugas di UNIFIL.
Misi ini dibentuk pada 1978 oleh Dewan Keamanan PBB untuk memastikan penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan, memulihkan perdamaian dan keamanan internasional.
Kehadiran mereka juga untuk membantu Lebanon dalam mengefektifkan kembali jalannya pemerintahan di wilayah tersebut.
Sumber: BBC News Indonesia




