Trump Sedang Membangun Tatanan Dunia Baru
Tujuannya adalah mengganti hukum internasional dengan hukum si penggertak. Dan ia sedang menuju ke sana.
Carney menyiratkan hal tersebut di Davos, dengan mengusulkan koalisi baru negara-negara “kekuatan menengah” untuk menggantikan ketergantungan pada AS. Ini tentu penting, tetapi hanyalah sebagian dari jawabannya. Visi Carney tentang koalisi alternatif itu berpusat pada penandatanganan lebih banyak lagi perjanjian perdagangan pasar bebas yang deregulatif—mengganti satu bentuk globalisasi dengan bentuk lainnya.
Sudah saatnya para pemimpin Barat belajar bahwa ekonomi fasis tidak bisa dikalahkan dengan neoliberalisme. Kita membutuhkan bentuk ekonomi yang sungguh-sungguh demokratis. Ini berarti membangun sistem di mana investasi publik, akuntabilitas demokratis, dan kedaulatan ekonomi lebih diutamakan daripada konsentrasi korporasi dan keuangan spekulatif. Dan itu mungkin dilakukan, karena dengan membalas Trump dan memutus ketergantungan pada AS, negara-negara dapat mulai menulis ulang aturan main ekonomi.
Pembalasan terhadap Trump tidak seharusnya dilihat semata-mata melalui kacamata eskalasi tarif. Membatasi akses korporasi AS terhadap kontrak pengadaan, menolak kerja sama dalam aturan hak kekayaan intelektual, serta mengatur sektor keuangan dan teknologi akan melukai para sekutu Trump, sekaligus membantu negara-negara kita mengembangkan kebijakan ekonomi berdaulat yang berpusat pada kebutuhan warga biasa. Menariknya, kebijakan semacam ini secara eksplisit telah dibahas dalam perdebatan mengenai apa yang disebut “bazoka dagang” (instrumen kebijakan dagang yang keras) Uni Eropa, yang diancamkan terkait Greenland.
Ini akan menandai awal dari sesuatu yang benar-benar berbeda. Kebangkitan Trump memang menakutkan, tetapi juga menghadirkan sebuah peluang—yang seharusnya sudah diambil sejak lama—untuk bergerak menuju ekonomi yang lebih demokratis, menghentikan dan membalikkan ketimpangan, serta memulihkan lingkungan kita. Politik Trump bukanlah sebuah anomali, melainkan gejala kegagalan mendalam dalam sistem ekonomi global. Dan jalur inilah satu-satunya cara untuk mencegah fasisme, karena sistem ekonomi yang memusatkan kekuasaan dan kekayaan niscaya menciptakan lahan subur bagi kekuasaan otoriter.[]
Nick Dearden adalah Direktur Global Justice Now, Penulis Pharmanomics: How Big Pharma Destroys Global Health (2023).
Sumber: Aljazeera






