#Wabah CoronaINTERNASIONAL

Wabah COVID-19, Pemerintah Thailand Gratiskan Data Seluler

Bangkok (SI Online) Komisi Penyiaran dan Telekomunikasi Nasional Thailand akan memberikan paket data gratis kepada warganya.

Keputusan ini dilakukan karena banyak perusahaan memulai kebijakan kerja dari rumah dan sekolah menggunakan pembelajaran jarak jauh di tengah wabah virus corona.

“Individu dapat mendaftar untuk 10 gigabita data seluler setiap bulan mulai 10 April,” kata Sekjen Komisi Penyiaran dan Telekomunikasi Nasional, Takorn Tantasith, Selasa (31/3/2020).

Pemerintah akan memberi kompensasi kepada operator untuk mengganti biaya pembebasan penggunaan paket data tersebut. Meski pengajuan sudah diumumkan, tiga operator seluler utama Thailand belum memberikan komentar atas keputusan tersebut.

“Pemerintah memberikan data sehingga masyarakat dapat tinggal di rumah dan membatasi penyebaran Covid-19,” kata Takorn.

Di sisi lain, dengan adanya pembatasan kegiatan di luar ruangan, operator seluler peringkat ketiga Total Access Communication Pcl (DTAC) mengatakan sedang mempertimbangkan percepatan investasi untuk memperluas data seluler berdasarkan pola penggunaan baru. Hal ini melihat penggunaan yang juga terjadi di luar pusat kota.

Sirawit menyatakan perusahaan sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan belanja modal tahunan pada tahun ini menjadi 15 miliar baht dari 13 miliar baht.

“Ini adalah tantangan karena (ketika) peningkatan kapasitas di daerah di luar kota ada ketidakpastian seperti durasi penggunaan data yang meningkat,” kata Kepala Hubungan Investor DTAC, Sirawit Klabdee.

Sedangkan operator seluler Advanced Info Service Pcl telah melihat data seluler dan pertumbuhan volume broadband lebih dari 10 persen pada bulan lalu. Kepala pejabat bisnis konsumen, Pratthana Leelapanang, mengatakan konferensi video tumbuh lebih dari sepuluh kali. Sebagian karena peningkatan pembelajaran jarak jauh karena penutupan sekolah dan universitas.

Operator True Corporation Pcl mengatakan akan melipatgandakan kapasitas broadbandnya setelah melihat peningkatan 52 persen dalam penggunaan broadband. Terjadi lonjakan 18,4 persen dalam penggunaan data seluler pada bulan lalu.

sumber: Reuters

Artikel Terkait

Back to top button