NASIONAL

Wamenhaj Dahnil: Setop Jadikan Jemaah Haji Komoditas!

“Mimpi terbesar mayoritas umat Islam Indonesia adalah bisa menunaikan ibadah haji. Jika amanah itu dikhianati, maka yang dikhianati bukan hanya rakyat, tetapi juga amanah Allah dan diri kita sendiri,” tegasnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran membangun komitmen bersama untuk menghentikan seluruh praktik buruk yang menjadikan jemaah haji dan umrah sebagai komoditas ekonomi.

“Jangan pernah menjadikan jemaah haji dan umrah sebagai komoditas. Mereka bukan objek untuk diperdagangkan atau dimanfaatkan,” ujarnya.

“Mereka adalah subjek perubahan, subjek transformasi peradaban dan keadaban. Era Kemenhaj adalah era yang mengakhiri praktik menjadikan jemaah sebagai komoditas,” lanjutnya.

Menurut Wamenhaj, lebih dari 5,7 juta masyarakat Indonesia yang saat ini mengantre keberangkatan haji harus dipandang sebagai amanah besar negara. Mereka wajib dilayani secara adil, profesional, dan bermartabat.

Ia juga menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bahwa Indonesia harus menjadi wajah Islam yang disiplin, maju, dan berkeadaban di dunia internasional. Melalui penyelenggaraan ibadah haji, ASN Kementerian Haji diharapkan mampu menjadi diplomat bangsa yang membawa citra baik Indonesia.

“Presiden ingin menyampaikan kepada dunia bahwa kiblat wajah Islam yang damai, disiplin, dan memajukan hadir dari Indonesia,” ungkapnya.

“Karena itu, saudara semua harus menjadi diplomat bangsa yang membawa kebaikan bagi umat melalui pelayanan haji yang berkualitas,” pungkasnya.

Mengakhiri sambutannya, Wamenhaj menyampaikan terima kasih kepada seluruh aparatur sipil negara Kementerian Haji dan Umrah atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. []

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button