NASIONAL

Wantim MUI: Tolak Izin Perusahaan Afiliasi Israel di Indonesia

“Beberapa invasi militer AS ke negara-negara Islam yang berdaulat dilakukan atas tekanan dari petinggi Israel, bahkan dalam kondisi ekonomi AS yang terus melemah dan demo demostik meluas. Sementara itu, PM Israel masih ngotot menekan Presiden Donald Trump agar melakukan serangan militer ke Iran,” jelasnya.

Kiai Muhyiddin menilai, situasi global saat ini sangat sensitif. Karena itu Indonesia harus berhati-hati dan tetap konsisten dengan sikap politik luar negeri bebas aktif yang berpihak pada keadilan dan kemanusiaan.

Mantan Wakil Ketua Umum MUI itu menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina merupakan amanat konstitusi sekaligus komitmen moral bangsa.

Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah dapat membatalkan kebijakan tersebut demi menjaga kehormatan dan posisi Indonesia di mata dunia.

“Indonesia harus tetap konsisten membela kemerdekaan dan hak asasi bangsa Palestina. Jangan sampai kebijakan ekonomi justru bertentangan dengan sikap politik dan moral yang selama ini kita perjuangkan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dikabarkan memberikan izin konsesi panas bumi di Pulau Halmahera kepada perusahaan yang memiliki keterkaitan kuat dengan sistem ekonomi Israel.

Kementerian ESDM resmi menetapkan PT Ormat Geothermal Indonesia sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara pada 12 Januari 2026.

PT Ormat Geothermal Indonesia merupakan perusahaan yang dikendalikan Ormat Technologies, perusahaan yang dibangun di atas jaringan teknik, manufaktur, dan modal Israel.

red: adhila

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button