NASIONAL

Zionis Serang Kampus Universitas Islam Gaza: Tiga Warga Gugur, Aktivitas Akademik Diberhentikan

KOTA GAZA (Suaraislam.id) — Sedikitnya enam warga Palestina tewas dan 10 lainnya luka-luka, termasuk lima mahasiswa, dalam serangan Israel di seluruh Jalur Gaza pada Ahad (25/10). Peristiwa ini menjadi pelanggaran lanjutan atas kesepakatan gencatan senjata tahun lalu, kata sumber-sumber medis.

Tiga warga Palestina gugur dan beberapa lainnya luka-luka dalam serangan udara Israel di area kampus Universitas Islam di Kota Gaza, ungkap salah satu sumber medis kepada Anadolu.

Serangan tersebut terjadi tidak lama setelah lima mahasiswa terluka—beberapa di antaranya kritis—ketika serangan drone Israel menargetkan kerumunan mahasiswa di dalam kampus, kata pihak universitas dalam sebuah pernyataan.

Pihak universitas menghentikan seluruh kegiatan administratif dan akademik di lokasinya di Kota Gaza menyusul serangan tersebut. Insiden ini memicu kepanikan di antara para mahasiswa dan pengungsi Palestina yang berlindung di kampus setelah rumah mereka hancur akibat perang genosida Israel.

Di Gaza utara, serangan Israel terhadap kerumunan warga sipil di sepanjang jalan pesisir Al-Rashid, barat laut wilayah kantong tersebut, melukai beberapa warga Palestina, kata sumber-sumber medis tanpa merincikan jumlah pastinya.

Seorang warga Palestina juga dilarikan ke rumah sakit akibat luka tembak di bagian kaki setelah pasukan Israel melepaskan tembakan di area Al-Faluja, sebelah barat kamp pengungsi Jabalia.

Di Gaza selatan, dua warga Palestina tewas dan tiga lainnya luka-luka dalam serangan Israel di Al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis, menurut sumber medis.

Sumber-sumber medis tersebut juga melaporkan bahwa seorang wanita mengalami luka sedang akibat tembakan tentara Israel di Khan Younis.

Artileri Israel juga membombardir area di timur dan selatan kota tersebut. Sementara itu, kapal perang Israel melepaskan tembakan peluru dan artileri ke arah pesisir pantai, kata para saksi mata kepada Anadolu.

Di Gaza tengah, seorang pria berusia 33 tahun tewas dalam serangan Israel di timur Deir al-Balah.

Pada Minggu dini hari, pasukan Israel melakukan dua kali pembongkaran paksa terhadap rumah dan bangunan di area yang mereka kuasai di lingkungan Al-Tuffah, timur Kota Gaza, yang memicu dua ledakan besar, kata sumber-sumber lokal.

Meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober 2025, tentara Israel telah membunuh 1.551 warga Palestina dan melukai 5.573 orang lainnya, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza.

Sejak Oktober 2023, perang Israel di Gaza telah membunuh lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 orang, serta menyebabkan kerusakan luas pada sekitar 90 persen infrastruktur sipil di wilayah tersebut.[]

Sumber: Anadolu Agency

Back to top button