Zohran Mamdani Menangkan Pemilu, New York Dipimpin Wali Kota Muslim
“Sebagai presiden, saya tidak ingin mengirimkan uang baik untuk menutupi hal yang buruk. Saya sangat yakin bahwa New York City akan menjadi bencana ekonomi dan sosial total apabila Mamdani menang,” paparnya menambahkan.
Siapa Zohran Mamdani?
Zohran Kwame Mamdani, demikian nama lengkap pria yang kini tengah mencuri perhatian publik Amerika. Ia merupakan anggota muda dari Majelis Negara Bagian New York yang berhaluan sosialis dan tergabung dalam Partai Demokrat.
Mamdani lahir di Kampala, Uganda pada 18 Oktober 1991, namun dibesarkan di New York. Ia merupakan keturunan India.
Ia adalah putra dari Mahmood Mamdani, seorang akademisi ternama, dan Mira Nair, sineas sekaligus aktris asal India yang terkenal di dunia perfilman internasional.
Pendidikan formal-nya dimulai di Bronx High School of Science, lalu berlanjut ke Bowdoin College, Maine, di mana ia meraih gelar sarjana dalam bidang Studi Afrika. Di sana pula ia turut membentuk kelompok Students for Justice in Palestine, menandai keterlibatan-nya dalam isu-isu sosial sejak dini.
Sebelum masuk ke dunia politik, Mamdani aktif sebagai konselor pencegahan penggusuran, mendampingi masyarakat berpenghasilan rendah agar tidak kehilangan tempat tinggal.
Kiprah-nya dalam isu sosial semakin mencuat pada 2021 saat ia menjalani aksi mogok makan selama 15 hari, sebagai bentuk dukungan terhadap penghapusan utang sopir taksi dan penolakan terhadap pembangkit listrik yang mencemari udara di Astoria, Queens.
Sebagai seorang Muslim Syiah Itsna Asyariyah, Mamdani tak segan membawa identitas keagamaannya dalam perjuangan sosial. Ia dikenal vokal menentang agresi militer Israel terhadap Palestina.
Pada Oktober 2024, Mamdani menyebut tindakan pemerintah Israel di Gaza sebagai bentuk genosida yang dilakukan oleh rezim Benjamin Netanyahu. Mamdani juga mendukung gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) terhadap produk-produk yang terkait dengan Israel, dan secara tegas menolak segala bentuk kekerasan.
Pada Desember tahun lalu, ia bahkan menyampaikan bahwa jika dirinya menjabat sebagai Wali Kota New York dan Netanyahu berkunjung ke kota tersebut, ia tidak akan segan mengambil tindakan hukum.[]






