OASE

Menghidupkan Dakwah seperti Air yang Terus Mengalir

Air yang diam terlihat tenang dan damai. Namun, jika dibiarkan, air yang diam bisa menjadi sarang penyakit, tempat berkembangnya nyamuk dan kuman. Tidak ada kehidupan yang tumbuh di sana, hanya stagnasi dan kebusukan.

Berbeda dengan air yang mengalir, yang terus bergerak membawa kesegaran, menghidupkan tanaman, dan memberi manfaat pada sekitarnya. Itulah hakikat dakwah yang hidup: harus mengalir, tidak boleh diam membeku.

Allah SWT mengingatkan dalam firman-Nya:

وَلۡتَكُن مِّنكُمۡ أُمَّةٞ يَدۡعُونَ إِلَى ٱلۡخَيۡرِ وَيَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِۚ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)

Dakwah bukan sekadar mendengar dan diam, tapi harus bergerak aktif, berinisiatif membawa perubahan. Seperti sebuah nasihat bijak, jangan sampai kita berdiam diri di tengah kebutuhan umat yang besar. Dakwah adalah amal saleh yang akan menjadi bekal di akhirat. Namun, jika seorang pengemban dakwah justru memilih berdiam diri, ia bukan hanya mengkhianati amanah, tapi juga menjadi pintu masuk kerusakan.

Diamnya para dai memberi ruang kosong dalam masyarakat, sehingga kerusakan sosial dan kebingungan moral semakin merajalela. Seperti air yang berhenti mengalir, diamnya dai adalah stagnasi yang berbahaya. Ia menjadi genangan yang tidak hanya berbau tetapi membawa penyakit. Kekosongan gerakan dakwah membiarkan pengaruh buruk dan ajaran sesat masuk tanpa perlawanan. Allah SWT berfirman:

مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيۡهِمۡ أَعۡمَالَهُمۡ فِيهَا وَهُمۡ فِيهَا لَا يُبۡخَسُونَ

“Tiap-tiap orang yang menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, Kami berikan kepada mereka balasan amalnya di dunia itu, dan mereka tidak akan dirugikan.” (QS. Huud:14)

Namun, jalan dakwah bukanlah untuk mereka yang hanya mencari dunia dengan berdiam diri. Balasan hakiki adalah di akhirat bagi mereka yang berjuang aktif dalam kebenaran.

Rasulullah Saw bersabda:

مَن مات ولم يغلّظ فريضةً أو لم يقم بها فقد خالف أمر الله

“Barangsiapa meninggal dunia tanpa menegakkan kewajiban dakwah yang diperintahkan kepadanya, maka ia telah melanggar perintah Allah.” [HR. Al-Baihaqi]

Ini peringatan keras, dakwah bukan pilihan, tapi kewajiban yang harus diemban. Ketika dai berdiam diri, terjadi kekosongan penguatan iman di masyarakat, sehingga gelombang keburukan dengan mudah merasuki tanpa ada benteng yang kokoh. Rasulullah Saw pun mengajarkan dengan sabdanya yang sederhana dan penuh makna:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

“Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat.” (HR. Bukhari)

1 2Laman berikutnya
Back to top button