Pemukim Ilegal Israel Serbu Masjid Al-Aqsa, Toko-Toko Palestina Dipaksa Tutup
Jakarta (Suaraislam.id) — Puluhan pemukim ilegal Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada Senin (28/9/2026). Pada saat bersamaan, otoritas Israel memaksa tempat-tempat usaha milik warga Palestina di Kota Tua untuk tutup guna memberi jalan bagi ritual doa umat Yahudi selama hari raya Sukkot.
Video yang diunggah oleh pemukim ilegal di media sosial memperlihatkan puluhan orang menerobos situs bergolak tersebut sambil melakukan ritual Talmud, berdoa, dan bernyanyi. Ritual-ritual tersebut terfokus di bagian timur kompleks masjid.
Pada Ahad (27/9/2026), lebih dari 1.500 pemukim ilegal Israel—termasuk Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir—menerobos masuk ke Masjid Al-Aqsa untuk merayakan Sukkot di bawah perlindungan polisi, menurut Departemen Wakaf Islam di Yerusalem dan media Palestina.
Aksi penyerbuan tersebut memicu kecaman luas. Juru bicara Kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeineh mengatutkan bahwa tindakan itu sebagai bentuk “permainan api dan provokasi berbahaya terhadap perasaan umat Islam di seluruh dunia.” Ia juga memperingatkan adanya “perang agama” yang berusaha disulut oleh Israel di kawasan tersebut.
Masjid Al-Aqsa merupakan tempat suci ketiga bagi umat Islam di seluruh dunia. Umat Yahudi menyebut area tersebut sebagai Temple Mount dan mengklaimnya sebagai lokasi dua kuil Yahudi pada masa kuno.
Situs rawan konflik ini mengalami peningkatan pencerobohan oleh pemukim ilegal sejak dimulainya hari raya Yahudi, yang disertai dengan ritual Talmud dan doa di dalam pelatarannya di bawah pengawalan ketat polisi dan pasukan Israel.
Periode hari raya Yahudi dimulai dengan Rosh Hashanah pada 12-13 September, diikuti oleh Yom Kippur pada 21-22 September. Hari raya Sukkot berlangsung dari 26 September hingga 2 Oktober, dan dilanjutkan oleh Simchat Torah pada 3 Oktober.
Pertama Kali
Aksi penyerbuan pada Senin (28/9/2026) terjadi ketika otoritas Israel memaksa puluhan pemilik toko warga Palestina menutup usaha mereka. Warga sekitar juga diperintahkan untuk tetap berada di dalam rumah di Pasar Pedagang Kapas (Cotton Merchants Market) yang mengarah ke Masjid Al-Aqsa guna memberi jalan bagi doa umat Yahudi selama Sukkot.
“Puluhan pemilik toko, kafe, dan restoran warga Palestina di Pasar Pedagang Kapas di Kota Tua Yerusalem dipaksa untuk menutup tempat usaha mereka selama hari raya Sukkot demi memberi ruang bagi doa umat Yahudi di pasar tersebut,” ungkap Asosiasi Hak-Hak Sipil di Israel (Association for Civil Rights in Israel) dalam sebuah pernyataan.
Otoritas Israel juga memerintahkan sekitar 200 warga Palestina yang tinggal di sepanjang rute doa untuk tidak meninggalkan rumah mereka selama ritual berlangsung, tambah asosiasi tersebut.
Para pedagang menyatakan bahwa ini adalah pertama kalinya mereka diperintahkan untuk menutup tempat usaha sepanjang periode hari raya, sementara penutupan sebelumnya hanya terbatas pada jam-jam tertentu.
Pasar Pedagang Kapas terletak di jalur yang menuju langsung ke Masjid Al-Aqsa dan mencakup 56 toko, kafe, dan restoran, menurut data asosiasi tersebut.





