SANTRI PELAJAR

Gebyar Hari Santri Nasional 2025 di Al Bahrum

Garut (SI Online) – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, DKM Al Bahrum menggelar serangkaian kegiatan keagamaan dan lomba edukatif yang melibatkan ratusan santri dari berbagai daerah di Kecamatan Balubur Limbangan, Kabupaten Garut.

Acara yang berlangsung sejak Ahad, 19 Oktober hingga Rabu, 22 Oktober 2025 ini diselenggarakan di halaman Masjid Al Bahrum, Kampung Ikar, Desa Pasirwaru, dan diikuti oleh lebih dari 200 santri dan santriwati Tahfizhul Qur’an Al Bahrum.

Kegiatan ini dibuka dengan Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ), Lomba Cerdas Cermat, dan Lomba Baca Puisi dengan tema Doa untuk Palestina dan Hari Santri Nasional. Santri diuji dalam berbagai bidang seperti hafalan ayat suci Al-Qur’an, sambung ayat, pengetahuan Sirah Nabawiyah, serta Bahasa Arab.

Puncak peringatan Hari Santri Nasional dilaksanakan pada Rabu (22/10/2025) dengan berbagai perlombaan menarik seperti lomba menggambar, mewarnai, dan kaligrafi, yang diikuti oleh 212 peserta dari tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP.

Apresiasi dan Kehadiran Tokoh Daerah

Acara ini dihadiri langsung oleh Camat Balubur Limbangan, Guriansyah Sukiran, beserta ibu, para pimpinan pondok pesantren, pengasuh santri Al Bahrum, serta tokoh masyarakat dari berbagai kampung di Desa Pasirwaru. Hadir pula Majelis Taklim Asuhan KH Asep Syaripudin dari Bandung dan Sumedang, yang turut memberikan semangat spiritual bagi seluruh peserta dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, KH. Syafe’i, selaku Ketua DKM Al Bahrum, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Camat Balubur Limbangan atas perhatian dan dukungannya terhadap kegiatan keagamaan di wilayahnya.

“Empat bulan lalu, Bapak Camat juga hadir saat launching Program Tahfizhul Qur’an Al Bahrum. Alhamdulillah, kini hasilnya mulai terlihat. Para santri semakin bersemangat dan menunjukkan perkembangan luar biasa,” ungkap Syafe’i.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para pimpinan pesantren dan ustaz/ustazah yang telah berkontribusi dalam pembinaan santri setiap dua pekan sekali.

“Terima kasih kepada para pengajar yang istiqamah membimbing anak-anak hingga menjadi hafiz dan hafizah yang berakhlak mulia,” tambahnya.

Makna Hari Santri dari Camat Balubur Limbangan

Dalam kesempatan yang sama, Camat Balubur Limbangan, Guriansyah Sukiran, ST., M.Pd., menjelaskan makna penting Hari Santri yang telah menjadi agenda nasional sejak ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.

“Hari Santri merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan melalui Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari pada 21-22 Oktober 1945,” ujarnya.

Lebih lanjut, Guriansyah menegaskan bahwa tema Hari Santri 2025 — “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia” mencerminkan semangat santri dalam menjaga nilai-nilai bangsa di tengah tantangan globalisasi dan disrupsi teknologi.

1 2Laman berikutnya
Back to top button