LAPSUS

Begini Pandangan FUUI Atas Kemenangan Zohran Mamdani

Bandung (SI Online) – Terpilihnya politisi Partai Demokrat Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York menuai respons dari berbagai kalangan, termasuk dari Indonesia. Kemenangan politisi muda berusia 34 tahun ini dinilai sebagai pencapaian luar biasa, mengingat ia menjadi walikota muslim pertama yang memimpin kota metropolitan terbesar di Amerika Serikat.

Merespons fenomena ini, Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) KH Athian Ali, M.Dai memberikan pandangannya secara komprehensif mengenai kemenangan Zohran Mamdani. Ulama senior tersebut mengapresiasi strategi politik yang diterapkan oleh politisi berdarah Pakistan-Uganda ini.

Baca juga: Zohran Mamdani Menangkan Pemilu, New York Dipimpin Wali Kota Muslim

Awal Diragukan, Akhir Menjadi Pemenang

KH Athian Ali mengakui bahwa kehadiran Zohran Mamdani dalam kancah perpolitikan New York memang sangat fenomenal. Perjalanan politiknya yang dimulai dengan dukungan publik yang sangat minim mampu berubah drastis menjadi kemenangan yang gemilang.

Baca juga: 26 Miliarder dengan Dana Rp367 M Gagal Cegah Kemenangan Zohran Mamdani

“Pertama kan ketika baru muncul pendukungnya hanya 2%. Tapi dengan mengangkat isu-isu yang umum dan universal, jiga dengan berulang-ulang menyatakan, bahwasanya kendati dirinya muslim namun dia tidak akan membatasi perjuangannya hanya untuk kepentingan komunitas muslim semata.” ujar KH Athian Ali usai mengisi kajian di Masjid Al Fajr Jl. Cijagra, Kota Bandung, Sabtu (15/11/2025)

Melawan Islamofobia dan Rasisme

Kiai Athian menyoroti beberapa isu strategis yang diangkat oleh Zohran dalam kampanyenya. Salah satu fokus utama adalah komitmennya untuk membela kebenaran dan keadilan secara universal, tanpa membedakan latar belakang agama maupun etnis.

Zohran, menurut paparan KH Athian, memiliki tekad kuat untuk memerangi Islamofobia yang telah mempengaruhi persepsi masyarakat Amerika terhadap Islam dan umat muslim, terutama sejak tragedi WTC 11 September 2001 yang lalu.

“Dia ingin membalikkan itu semua, bahwa tragedi 11 September 2001, yang akhirnya dibongkar tuntas baik oleh para politisi, maupun para ilmuwan Amerika sendiri, merupakan fitnah yang keji serta politik yang sangat kotor dan biadab terhadap umat Islam, karena tidak terbukti seorang muslim pun terlibat dalam tragedi tersebut,” imbuh KH Athian.

Selain isu Islamofobia, Zohran juga berkomitmen menghapuskan praktik rasisme yang masih menjadi problema kronis di Amerika. Persoalan diskriminasi berdasarkan warna kulit hingga kini masih menjadi masalah sosial yang belum terselesaikan dengan tuntas di negara Paman Sam tersebut.

Kritik terhadap Rezim Donald Trump

Kiai Athian juga menyinggung konteks politik Amerika Serikat saat ini yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump. Menurutnya, rezim Trump dikenal memiliki kebijakan yang sangat rasis dan anti-Islam, yang menjadikan isu ini sebagai bahan kampanye strategis bagi Zohran.

“Presiden yang sekarang ini, Donald Trump sangat rasis, sangat anti-Islam. Ini yang menjadi bahan kampanye Zohran yang bertekad berjuang menghapus rasisme dari Amerika khususnya di Kota New York,” terangnya.

Sikap tegas Zohran dalam menentang kebijakan-kebijakan diskriminatif inilah yang kemudian berhasil menarik simpati dari berbagai kalangan masyarakat New York yang menginginkan perubahan dan keadilan sosial.

1 2Laman berikutnya
Back to top button