RESONANSI

‘Ngopi’: Bekal Terindah untuk Menjalani Kehidupan

Oleh: Imam Nur Suharno*

Penulis sedang Ngopi alias Ngobrol Perihal Ilmu, sambil nyuci mobil, bertemu Alumni Husnul Khotimah, bincang perihal ilmu sebagai bekal untuk menjalani kehidupan.

Hari itu, saya datang lebih awal ke tempat cuci mobil tidak sengaja bertemu dengan alumni Pesantren Husnul Khotimah yang lama tidak bertemu. Kami berdua memutuskan untuk Ngopi (ngobrol perihal ilmu) sambil menunggu mobil selesai dicuci.

Allah SWT berfirman, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Al-Zumar: 9).

Rasulullah Saw juga bersabda, “Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah).

Saat itu, kami memilih tempat yang nyaman dan tenang, lalu memesan secangkir kopi hangat. Pembicaraan kami dimulai dengan cerita tentang kehidupan masing-masing, kemudian beralih ke topik yang lebih serius: ilmu sebagai bekal untuk menjalani kehidupan.

“Ilmu itu seperti air, jika tidak digunakan maka akan menjadi basi,” kataku, mengutip sebuah peribahasa. “Kita harus terus belajar dan mengamalkan ilmu yang kita miliki untuk menjadi orang yang lebih baik.”

Ia setuju dengan pendapat tersebut. Ilmu memang sangat penting dalam kehidupan, karena dengan ilmu kita dapat memahami dunia dan diri sendiri. Ilmu juga membantu kita untuk membuat keputusan yang lebih baik dan menghadapi tantangan hidup dengan lebih bijak.

“Ilmu tanpa akhlak adalah seperti tubuh tanpa ruh,” tambahku. “Kita harus memiliki akhlak yang baik dan mengamalkan ilmu yang kita miliki untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.”

Pembicaraan kami berlanjut dengan diskusi tentang pentingnya ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Kami membahas tentang bagaimana ilmu dapat membantu kita untuk menjadi lebih produktif, lebih kreatif, dan lebih bijak dalam menghadapi masalah.

Setelah beberapa jam ngopi, mobil saya sudah selesai dicuci. Kami berdua memutuskan untuk berpisah, namun pembicaraan kami tentang ilmu akan terus berlanjut di lain kesempatan.

“Ilmu adalah bekal yang paling berharga dalam kehidupan,” kata saya, mengakhiri pembicaraan. “Kita harus terus belajar dan mengamalkan ilmu yang kita miliki untuk menjadi orang yang lebih baik.”

Alumni Pesantren Husnul Khotimah tersenyum dan mengangguk setuju. Kami berdua kemudian berpisah, dengan harapan bahwa ilmu yang kita miliki akan terus membawa kita ke jalan yang lebih baik.[]

*Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat.

Back to top button