Puluhan Ribu Warga Bangladesh Shalatkan dan Iringi Pemakaman Jenazah Sharif Osman Hadi
Dhaka (SI Online) – Tewasnya aktivis muda Bangladesh Sharif Osman Hadi meninggalkan duka mendalam bagi rakyat Bangladesh.
Tak ayal, saat pemakamannya, jalan-jalan di Ibu Kota Bangladesh, Dhaka, berubah menjadi “lautan manusia” ketika puluhan ribu orang mengiringi pemakaman aktivis dari kalangan Gen Z itu.
Aktivis terkenal itu tewas setelah ditembak di bagian kepala oleh orang-orang bertopeng ketika berkampanye untuk pemilu.
Baca juga: Tokoh Gen Z Sharif Osman Hadi Tewas Ditembak, Bangladesh Rusuh Lagi
Pemakaman jenazah Hadi berlangsung Sabtu (21/12/2025) di bawah pengamanan ketat. Itu terjadi setelah dua hari protes kekerasan di berbagai kota.
Hadi adalah pemimpin mahasiswa yang menjadi tokoh kunci dalam pemberontakan pro-demokrasi yang menggulingkan Perdana Menteri Sheikh Hasina tahun lalu. Dia menjadi kandidat dalam pemilu yang akan digelar Februari mendatang.
Dia ditembak oleh orang-orang bersenjata dan bertopeng pekan lalu saat meninggalkan sebuah masjid di Dhaka, dan meninggal di sebuah rumah sakit di Singapura pada Kamis (18/12/2025).
“Anda ada di hati kami dan Anda akan tetap berada di hati semua warga Bangladesh selama negara ini masih ada,” kata pemimpin sementara Bangladesh, Muhammad Yunus, dalam pidato yang emosional di depan gedung Parlemen, tempat salat jenazah diadakan.
Polisi yang mengenakan kamera tubuh dikerahkan di area tersebut, dan bendera dikibarkan setengah tiang untuk menandai hari berkabung nasional. Jenazah Hadi kemudian dimakamkan di dekat masjid pusat Universitas Dhaka.
Hadi (32) dikenal sebagai kritikus vokal terhadap India, tempat Hasina berlindung sejak melarikan diri dari Dhaka pasca-pemberontakan tahun 2024.
Iqbal Hossain Saikot (34), seorang pegawai pemerintah yang melakukan perjalanan ke ibu kota untuk menghadiri pemakaman, mengatakan kepada AFP bahwa dia percaya Hadi dibunuh karena penentangannya yang teguh terhadap India.
“Jutaan rakyat Bangladesh yang mencintai tanah air dan wilayah kedaulatannya akan meneruskan warisan Hadi,” kata Saikot.
Kematian Hadi telah memicu kerusuhan, dengan para pengunjuk rasa di seluruh negara Asia Selatan itu menuntut penangkapan para pelaku.






