45 Peserta Masuk Grand Final ‘Gen Halal Championship 2025’, Satu Peserta Non Muslim
Bogor (SI Online) – Ajang “Gen Halal Championship 2025” yang digelar Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) LPPOM akhirnya memasuki babak final. 45 peserta terpilih berhasil masuk ke babak grand final setelah melewati dua tahapan seleksi secar ketat. Mereka terpilih dari 1.493 pendaftar dari kalangan pelajar tingkat SMA/MA dari seluruh Indonesia.
Para finalis terpilih mewakili 13 provinsi dan 20 kota, serta berasal dari 32 sekolah, dengan Provinsi Riau menjadi penyumbang terbanyak—yakni 14 peserta. Mereka menjalani sesi bootcamp – grand final pada 9–11 Januari 2026 di Camp Hulu Cai, Bogor, Jawa Barat, sebelum malam puncak penghargaan diselenggarakan.
Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati mengatakan, Gen Halal Championship merupakan upaya untuk menanamkan literasi halal sejak dini. Kegiatan ini, kata Muti, bukanlah yang pertama kali.
“Ini bukan yang pertama, sudah pernah diadakan dengan nama Olimpiade Halal. Lalu vakum, 2025 dihidupkan lagi dengan menata ulang dan rebranding,” kata Muti dalam sambutannya pada malam puncak penghargaan, di Ciawi, Bogor, Sabtu malam (10/01/2026).
Titik penting kegiatan ini, lanjut Muti, karena Indonesia adalah negara dengan mayoritas warganya beragama Islam dan halal merupakan sebuah kewajiban. Sayangnya, literasi halal belum sebaik yang diharapkan.

Di satu sisi, masyarakat tidak memiliki ilmu yang cukup tentang halal dan tidak adanya perhatian konsumen yang akan menjaga pelaku usaha untuk mempertahankan produk yang sudah bersertifikasi halal. Di sisi lain juga tidak ada upaya untuk melakukan sertifikasi oleh pelaku usaha bagi produk-produk yang belum bersertifikasi halal.
“Dorongan pelaku usaha untuk mempertahankan kehalalan produknya atau mensertifikasi halal produknya tidak akan hadir jika tidak ada tuntutan dari masyarakat. Dan masyarakat tidak akan melakukannya jika tidak mengetahuinya,” kata Muti.
Muti mengungkapkan, rendahnya pengetahuan masyarakat tentang halal dapat berdampak langsung pada ekosistem industri halal. Edukasi menjadi kunci agar pelaku usaha memiliki dorongan kuat untuk menjaga kehalalan produk dan memenuhi kebutuhan konsumen.
Karena itu, menurutnya, Gen Halal Championship dirancang untuk menyasar pelajar sebagai agen penting perubahan di masa depan.
“Kami menyadari betul literasi halal harus dibina dari generasi muda. Oleh karena itu, kita hidupkan lagi kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus dihidupkan di tahun mendatang,” jelasnya.
Tingginya minat peserta tahun ini juga menunjukkan bahwa kesadaran halal tidak lagi eksklusif milik masyarakat Muslim. Uniknya, kata Muti, dalam gelaran Gen Halal Champioship terdapat satu peserta non-muslim yang lolos sampai ke grand final.
“Judulnya Gen Halal Championship, tapi yang mendaftar ternyata bukan hanya dari siswa/i Muslim, tapi juga ada siswa/i non-Muslim yang ikut mendaftar. Bahkan ada yang ikut sampai ke grand final,” kata dia.






