Dakwah Ramadhan, ADI Jabar Tugaskan Dai Daiyah ke Pelosok Jawa Barat
Bandung (SI Online) – Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Jawa Barat menggelar pelepasan dai dan daiyah kafilah dakwah tahun 2026 atau yang bertepatan dengan Ramadhan 1447 H.
Acara bertema dan spirit “Menghidupkan Cahaya Ramadhan dengan Risalah Da’wah” ini di gelar di aula Kampus ADI Jabar Komplek Pusdiklat Dewan Da’wah Jabar Desa Tani Mulya Kecamatan Ngamprah Kab. Bandung Barat, Sabtu (21/02/2026).
Dalam kesempatan penuh khidmat tersebut salah satu mahasiswa sekaligus perwakilan dai, Kemal asal Sumatera Barat menyampaikan dirinya sangat antusias dan bersemangat menjadi bagian dari kafilah dakwah Dewan Da’wah Jabar.
Pemuda asal Bukittinggi ini ingin hadir dan membersamai serta berdakwah ditengah masyarakat khsususnya di bulan Ramadhan ini.
“Sebagaimana kita ketahui dan ayat sering kita baca bahwa bulan Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an, “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil) (QS Al-Baqarah: 185),” ungkap Kemal yang akan berdakwah di Cirebon.
Dalam kesempatan yang sama Syarif Hidayat, Direktur ADI Jabar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa ADI Jabar yang merupakan angkatan ke- 13 saat ini ada 12 mahasiswa/dai daiyah. Merek aini berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, selain dari Jabar sendiri juga ada yang berasal dari NTT dan Sumatra.
“Dari 12 dai daiyah ini mereka akan disebar keenam tempat yakni ke Cirebon, Sumedang, Cianjur, Subang, Bandung, Bandung Barat. Meski mereka ini baru masuk semester dua tetapi sudah memiliki bekal untuk berdakwah,” terang Syarif.
Syarif menambahkan bahwa kegiatan pengiriman dai daiyah kafilah dakwah ini rutin dilakukan setiap tahun khususnya di bulan Ramadhan. Menurutnya kegiatan ini hasilnya sangat positif baik bagi dai daiyah itu sendiri maupun dampak positif pada Masyarakat yang dibina dan mendapat sentuhan dakwah.
“Pesan saya dai daiyah harus semangat, bergembira dan jangan berkecil hati. Ingat janji Allah, “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS Muhammad: 7),” ungkap Syarif memberi semangat.
Ketua Dewan Da’wah Jawa Barat KH Muhammad Roinul Balad dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pelepas dai daiyah kafilah dakwah ini bukan sekedar acara seremonial semata. Melainkan memiliki tujuan besar dan mulia seperti misi Moh Natsir selaku pendidiri Dewan Da’wah yakni menyelamatkan dan membangun Indonesia dengan dakwah.
“Dakwah bukan sekadar ceramah, melainkan upaya mengubah kondisi umat Islam menjadi lebih baik, rasional, cerdas, dan berdaya dalam segala aspeknya,” terang KH Roin.
KH Roin juga menerangkan lima pilar yang diemban Dewan Da’wah yakni pertama mengawal akidah umat, kedua menegakkan syariah, ketiga merekatkan ukhuwah, keempat penggerak solidaritas baik lokal,nasional dan global dan yang kelima Dewan Da’wah mendukung keutuhan NKRI. Menurut KH Roin pilar mendukung keutuhan NKRI ini sesuai dengan mosi intigral Mohammad Natsir.






