Amien Rais Bedah Hasil Riset 37 Psikiatri tentang Donald Trump
Jakarta (SI Online) – Mantan Ketua MPR RI yang pernah menjadi guru besar ilmu politik Universitas Gajah Mada (UGM) Amien Rais membedah kepribadian Presiden Amerika Donald Trump.
“Pada bulan Oktober 2017 yang lalu terbit sebuah buku berjudul ‘The Dangerous Case of Donald Trump’, Kasus Berbahaya Donald Trump. Buku ini memuat hasil riset dari 37 pakar psikiatri dan pakar-pakar ahli persoalan mental dan hasilnya cukup menarik dan sedikit mengejutkan,” kata Amien dalam video terbarunya, dikutip Senin (09/03/2026).
Dikatakan dalam buku dari penelitian para pakar itu bahwa setelah Trump menjadi presiden dan menjadi presiden Amerika yang paling besar kekuasaannya di dunia, semua ciri-ciri ‘pekok mental‘ dan kejiwaannya mencuat keluar dan menjadikannya sebagai sosok internasional yang paling berbahaya.

“Saya kutip aslinya: Trump is now the most powerful head of state in the world and one of the most impulsive, arrogant, ignorant, disorganized, chaotic, nihilistic, selfcory, selfimportant and selfsing. He has his finger on the triggers of a thousand or more of the most powerful termonuclear weapons in the world. That means he could kill more people in a few seconds than any dictator in the past history has been able to kill during his entire years in power.
Trump sekarang adalah kepala negara paling kuat di dunia dan salah satu yang paling impulsif, arogan, tidak berpengetahuan, tidak terorganisir, kacau, nihilistik, egois, merasa diri paling penting, dan mementingkan diri sendiri. Ia memiliki kendali atas pemicu seribu atau lebih senjata termonuklir paling kuat di dunia. Itu berarti ia bisa membunuh lebih banyak orang dalam beberapa detik daripada yang pernah mampu dibunuh oleh diktator mana pun sepanjang sejarah selama seluruh masa kekuasaannya,” terang mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.
Amien menjelaskan bahwa buku ini sangat tenar di tahun 2017. “Jadi sembilan tahun yang lalu, kini menjadi sangat laris karena Trump sang ‘warmonger’ (penghasut perang) sedang mengambil langkah berbahaya. Artinya sebagai tokoh paling berkuasa di dunia, Trump berwatak, saya ulangi lagi, impulsif, arrogant, ignorant, disorganized, chaotik, nihilistic, self contradictif, self important, merasa sebagai orang paling penting seluruh dunia dan lain sebagainya. Nah, karena jadi Trump bisa menekan tombol senjata nuklir kapan saja. Kalau dia sampai meleng dan tatkala persoalan yang dia hadapi makin sulit diatasi, bisa saja Trump linglung menekan senjata pamungkas bernama Bom Nuklir dengan menekan dan meluncurkan Bom Nuklir perang dunia yang seharusnya bisa dihindari itu menjadi kenyataan. Nauzubillahim minzalik,“ papar mantan Ketua MPR ini.
Lebih lanjut Amien menjelaskan bahwa sesungguhnya negara besar di Eropa yang selalu ‘sam‘an wa thaatan‘ pada Amerika yaitu Inggris Raya ternyata mengambil sikap tegas dan jelas. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menolak ajakan Trump untuk ikut memerangi Iran. Ketika Trump marah dan sinis pada Mr. Starmer dengan mengatakan Inggris sudah tidak punya lagi perdana menteri sebesar Winston Churchill, Starmer mengatakan Inggris tidak perlu mengikuti Trump. Inggris tidak pernah ikut-ikutan mengambil aksi politik yang bertentangan dengan hukum internasional.
“Nah, Trump memang merasa jadi manusia super. Tidak terima dengan komentar Obama, presiden dari Partai Demokrat dua periode yang di mata internasional sebagai Presiden Amerika yang sukses, cerdas, dan rendah hati, ia mengatakan Obama tak lebih dari atau monyet. Padahal menurut saya presiden Amerika yang berhak disamakan dengan monyet itu Trump sendiri. Donald Trump itu monyet besar yang berada di mana pun selalu membuat kegaduhan yang sama sekali tidak perlu,” tegas Amien.
Amien menjelaskan bahwa sebenarnya banyak bahan yang bisa digali tentang abnormalitas Trump. “Tapi untuk sementara kita akhiri sekian dulu ya. Karena kita punya presiden, Pak Prabowo Subianto setelah mendapat tekanan berat di dalam negeri supaya beliau segera undur atau cabut dari keanggotaan di World of Peace ciptaan Trump yang kini sudah jadi dagelan internasional yang menggelikan sekaligus memalukan, tapi sampai hari ini sayang sekali Prabowo belum juga keluar dari World of Laknat itu,“ terangnya.
Amien kemudian menyindir, “Jadi Prabowo itu istiqamah ya, cuma istiqamah dalam kesesatan politiknya. Saya belum bisa dan mungkin tidak akan pernah bisa memahami orang secerdas Prabowo tidak paham-paham untuk menyimpulkan bahwa Trump itu bengis, presiden yang telah menjadi beban politik Amerika. Ya, jadi seharusnya Prabowo tidak perlu menunda-nunda untuk keluar dari badan perdamaiannya si warmonger dan war kriminal. Donald Trump tadi ya. Kalau misalnya sampai dua tahun kepresidenannya sudah lewat, tetapi Prabowo masih terus saja lengket dan ‘kelet’ dengan Donald Trump, kita sudah harus mulai mencari siapa calon presiden kuat yang bersih, yang punya integritas, yang paham sejarah bangsanya, yang berpikir siang malam untuk rakyatnya untuk diajukan sebagai capres di tahun 2029 kelak. Ini kalau Prabowo setelah dua tahun tetap saja tidak ada perubahan.“
Ketua Majelis Syura Partai Ummat ini mengajak umat Islam untuk menyandarkan harapan baik kepada Allah Subhanahu wa Taala. Amien berharap, mudah-mudahan tahun mendatang entah kapan, sesegera mungkin Mas Prabowo mengambil tindakan yang tegas.
“Dan jangan sampai memalukan seperti sekarang ini Indonesia bangsa Muslim terbesar di muka bumi, tetapi seperti bodoh ya, bebal, tidak paham sejarah dunia Islam yang dalam silang sejarah itu memang menjadi apa? Sasaran daripada invasi militer, invasi politik, invasi dalam bentuk penjajahan dari Barat. Ya, karena itu hal-hal seperti ini harus kita lupakan segera. Caranya mudah yaitu Mas Prabowo mengambil tindakan tegas seperti saya sampaikan tadi. Dan mudah-mudahan Allah akan memberikan kemenangan ya buat pihak yang madhlum yang dizalimi oleh kekuatan bengis dan gila dari bedebah Donald Trump tadi. Jadi apa yang Anda tunggu lagi Mas Prabowo?“ tutup Amien. []
Izzadina






