Iran Ancam Kampus AS dan Israel di Timur Tengah
Oleh: Yanuardi Syukur, Pengajar Diplomasi Kebudayaan di Universitas Khairun, Ternate.
Pada 29 Maret 2026, BBC merilis laporan dari jurnalis senior Ghoncheh Habibiazad yang berjudul “Iran threatens to target Israeli and American universities in Middle East.” Berikut isi laporan tersebut:
“Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah mengancam akan menargetkan universitas-universitas Israel dan Amerika di Timur Tengah, menyusul serangan terhadap Universitas Sains dan Teknologi di Teheran. IRGC menyatakan bahwa semua universitas di kawasan tersebut dianggap sebagai target yang sah ‘sampai dua universitas mereka diserang sebagai balasan atas universitas-universitas Iran yang telah diserang’.
‘Kami menyarankan seluruh staf, dosen, dan mahasiswa universitas-universitas Amerika di kawasan ini, serta warga yang tinggal di sekitar mereka, untuk menjaga jarak 1 km dari universitas-universitas tersebut demi keselamatan mereka.’
Pernyataan itu menambahkan bahwa AS harus mengutuk pengeboman terhadap universitas-universitas Iran untuk menghindari pembalasan terhadap institusi AS dan Israel di kawasan tersebut, dengan memberikan tenggat waktu hingga pukul 12:00 waktu setempat pada hari Selasa, 30 Maret untuk melakukannya.”
Belum pernah terjadi sebelumnya
Dari laporan di atas, kita lihat bahwa dunia pendidikan Timur Tengah kini berada dalam bayang-bayang ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ketika Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara terbuka menyatakan bahwa universitas-universitas Amerika di kawasan tersebut adalah ‘target sah’, kita menyaksikan eskalasi berbahaya, yaitu perang yang biasanya berkecamuk di medan tempur kini merambah ke ruang-ruang kelas.
Dalam semalam, ledakan dahsyat dilaporkan terjadi di Tehran timur dan barat, menerangi langit ibu kota Iran. Di selatan, serangan AS-Israel menewaskan lima orang di Bandar Khamir, dekat Selat Hormuz. Hingga kini, hampir 2.000 orang, termasuk lebih dari 200 anak, dilaporkan tewas.
Ancaman Iran tersebut patut diperhatikan. IRGC memberi ultimatum hingga 30 Maret, menuntut Washington mengutuk pengeboman terhadap dua universitas Iran. Serangan AS-Israel pada Jumat (27/3/2026) malam hingga Sabtu (28/3/2026) menghantam Teheran, termasuk universitas sains dan teknologi di timur laut ibu kota. Serangan itu merusak bangunan tetapi tidak menyebabkan korban jiwa.
Kampus AS dan Israel
Jika ancaman tersebut tidak diindahkan, maka bisa jadi kampus-kampus AS seperti New York University Abu Dhabi (berdiri 2010, sekitar 2.000 mahasiswa dari 120 negara, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab), Carnegie Mellon University in Qatar (berdiri 2004, sekitar 400 mahasiswa, Doha, Qatar), Georgetown University in Qatar (berdiri 2005, sekitar 430 mahasiswa, Doha, Qatar), Northwestern University in Qatar (berdiri 2008, sekitar 480 mahasiswa, Doha, Qatar), Texas A&M University at Qatar (berdiri 2003, sekitar 740 mahasiswa, Doha, Qatar), serta Virginia Commonwealth University – Qatar (berdiri 1998, sekitar 360 mahasiswa dari 40 negara, Doha, Qatar) akan menjadi sasaran.
Keenam kampus tersebut merupakan bagian dari Education City di Doha, Qatar, serta Saadiyat Island di Abu Dhabi—kawasan yang selama ini menjadi simbol kerja sama pendidikan antara AS dan negara-negara Teluk. Warga sipil pun diperingatkan menjaga jarak minimal satu kilometer. Sementara itu, Iran terus menyerang infrastruktur negara Teluk, baru-baru ini menghantam pabrik aluminium di Bahrain dan Uni Emirat Arab yang diklaim terkait militer AS.
Selain itu, universitas Israel juga terancam serangan. Hingga Januari 2026, Israel memiliki 11 universitas dan 53 kolese yang diakui serta diawasi oleh Council for Higher Education in Israel (CHEI). Sebelas universitas Israel meliputi Technion – Israel Institute of Technology (berdiri 1912, 15.000 mahasiswa, Haifa), Hebrew University of Jerusalem (berdiri 1918, 23.500 mahasiswa, Yerusalem), Weizmann Institute of Science (berdiri 1934, 2.500 mahasiswa – tidak memberikan gelar sarjana, Rehovot), Bar-Ilan University (berdiri 1952, 27.400 mahasiswa, Ramat Gan), Tel Aviv University (berdiri 1958, 30.000 mahasiswa, Tel Aviv-Yafo), University of Haifa (berdiri 1963, 18.000 mahasiswa, Haifa), Ben-Gurion University of the Negev (berdiri 1969, 19.000 mahasiswa, Be’er Sheva), Open University of Israel (berdiri 1974, 48.000 mahasiswa, Ra’anana), Ariel University (berdiri 1982, 14.000 mahasiswa – terletak di wilayah pendudukan Israel, Ariel), Reichman University (berdiri 2021, 8.000 mahasiswa, Herzliya), dan Kiryat Shmona University (berdiri 2026, 3.545 mahasiswa, Kiryat Shmona).
Universitas-universitas Israel tersebut secara rutin masuk dalam pemeringkatan dunia seperti Shanghai Ranking dan Webometrics.






