Vape Sama Bahayanya dengan Rokok Konvensional
Jakarta (SI Online) – Guru Besar Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI Prof. Dr. Faisal Yunus, Ph.D., Sp.P(K) menegaskan, rokok elektronik atau vape memiliki tingkat bahaya yang setara dengan rokok konvensional sehingga bukan merupakan alternatif aman.
Meski mekanisme keduanya berbeda, Faisal menyebutkan bahwa baik vape maupun rokok konvensional tetap menghasilkan paparan zat berbahaya yang berdampak buruk pada kesehatan tubuh.
“Rokok konvensional melalui proses pembakaran menghasilkan ribuan zat kimia, termasuk karsinogen kuat yang meningkatkan risiko kanker paru, PPOK, dan penyakit kardiovaskular,” kata Faisal, Rabu (15/04/2026)
Baca juga: Ketahui, Vape Ternyata Sama Bahayanya dengan Rokok Konvensional
Vape bekerja dengan cara memanaskan cairan menjadi aerosol sehingga tidak menghasilkan tar dalam jumlah yang sama seperti pada rokok konvensional.
Walaupun tidak menghasilkan tar, Faisal menekankan bahwa aerosol vape tetap mengandung nikotin serta berbagai zat toksik yang berpotensi merusak organ tubuh.
“Aerosol vape mengandung nikotin dalam kadar yang sering lebih tinggi, serta zat seperti formaldehid, asetaldehid, dan logam berat yang dapat menimbulkan inflamasi paru, stres oksidatif, dan gangguan fungsi pembuluh darah,” ujarnya.
Faisal menambahkan bahwa perbedaan bentuk paparan tersebut tidak menghilangkan risiko kesehatan, melainkan hanya mengubah jenis serta mekanisme dampaknya.
Selain berdampak bagi pengguna aktif, Faisal turut menyoroti risiko kesehatan akibat paparan uap vape terhadap orang-orang di lingkungan sekitar.
Vape tetap melepaskan aerosol yang mengandung partikel halus dan zat kimia berbahaya ke udara meskipun tidak menghasilkan asap layaknya rokok konvensional.
“Pajanan ini terutama di ruang tertutup tetap berpotensi menimbulkan efek kesehatan, sehingga anggapan bahwa vape hanya menghasilkan ‘uap air’ tidak tepat secara ilmiah,” katanya.
Paparan aerosol tersebut dapat mengandung nikotin serta zat berbahaya lain yang kemudian terhirup oleh orang lain sebagai perokok pasif.
Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkesbangkabaratkab.org
Ketua Kolegium Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Indonesia tersebut menjelaskan bahwa risiko vape tidak terbatas pada pengguna, tetapi juga mengancam kesehatan lingkungan.
Masyarakat perlu menyadari bahwa rokok konvensional maupun vape memiliki risiko kesehatan yang nyata sehingga tidak ada bentuk konsumsi nikotin yang benar-benar aman.
Sumber: ANTARA






