Awas! Nyeri Lutut Perempuan Bisa Berujung Cacat Sendi
Jakarta (SI Online) — Di tengah kepungan gaya hidup aktif, banyak perempuan kini melakoni peran ganda sebagai profesional sekaligus ibu yang aktif secara fisik tanpa menyadari ancaman kesehatan yang mengintai.
Gangguan tulang dan sendi sering kali berkembang secara senyap sejak usia muda namun kerap diabaikan oleh para perempuan.
Keluhan seperti nyeri lutut saat menaiki tangga, pegal berkepanjangan, hingga ketidaknyamanan saat berolahraga sering dianggap sebagai konsekuensi aktivitas harian yang wajar.
Padahal, secara klinis gejala tersebut merupakan indikasi awal gangguan muskuloskeletal yang berisiko memerlukan tindakan medis serius jika dibiarkan.
Perempuan secara biologis memiliki risiko lebih tinggi terhadap cedera ligamen lutut dan osteoporosis dibandingkan laki-laki.
Kondisi ini dipicu oleh fluktuasi hormonal, terutama peran hormon estrogen dalam menjaga kekuatan ligamen dan kepadatan tulang, serta faktor anatomi panggul yang memengaruhi biomekanik tubuh.
“Secara medis, perempuan memiliki risiko lebih tinggi terhadap beberapa gangguan muskuloskeletal tertentu, seperti cedera ligamen lutut dan osteoporosis. Hal ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor hormonal, seperti peran estrogen terhadap kekuatan ligamen dan kepadatan tulang,” kata I Made Yudi Mahardika pada acara Sixnergy di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.
Selain itu, faktor anatomi dan biomekanik, termasuk perbedaan struktur panggul dan pola gerakan tubuh, turut mempengaruhi risiko cedera lutut pada perempuan.
Menurut Made Yudi, keluhan nyeri lutut tidak boleh sekadar dianggap sebagai kelelahan biasa dan wajib dievaluasi sejak dini.
Keterlambatan dalam menangani gejala awal dapat berujung pada kondisi kompleks, termasuk penurunan fungsi sendi secara permanen hingga kebutuhan intervensi bedah.
Deteksi dini dan peningkatan kesadaran menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas hidup perempuan dalam jangka panjang.
Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkeskobakota.org
Ketua Panitia kegiatan, Uli Asri Sihotang, menjelaskan bahwa Sixnergy merupakan bagian dari upaya rumah sakit dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui pendekatan yang lebih inklusif.






