#Lawan IslamofobiaLAPSUS

Hindutva, Apa Akar Gerakan Politik Ini?

Hindutva sangat berbeda dengan Hinduisme. Yang satu adalah gerakan politik mayoritarian abad ke-20, sedangkan yang lainnya adalah agama kuno.

Oleh: Hamza Ghadban*

Pada 14 Mei, pengadilan tinggi negara bagian Madhya Pradesh di India tengah memutuskan bahwa Masjid Kamal Maula yang telah berdiri selama berabad-abad di kota Dhar sebenarnya adalah kuil yang didedikasikan untuk seorang dewi Hindu.

Dua hari kemudian, bendera-bendera saffron yang identik dengan kelompok kanan jauh Hindu memenuhi lokasi tersebut, sementara para pendukung merayakan putusan itu dan merekam ritual yang dilakukan di sana.

Masjid Kamal Maula, yang juga dikenal sebagai kompleks Bhojshala, telah menjadi objek sengketa selama puluhan tahun. Klaim semacam itu juga tidak hanya terjadi pada masjid tersebut. Aktivis Hindutva sayap kanan di berbagai wilayah India telah mengajukan klaim serupa—bahwa suatu masjid dibangun di atas kuil Hindu—dan semakin berani sejak naiknya Narendra Modi ke tampuk kekuasaan pada 2014.

Modi adalah pemimpin Bharatiya Janata Party (BJP), yang menganut ideologi yang dikenal sebagai Hindutva.

Namun, apa sebenarnya Hindutva, dan bagaimana gerakan ini muncul?

Apa arti Hindutva?

Hindutva adalah ideologi politik dan nasionalisme sayap kanan yang mendefinisikan identitas budaya dan nasional India berdasarkan interpretasi tertentu terhadap nilai-nilai Hindu.

India secara konstitusional adalah negara sekuler, tetapi para pendukung Hindutva menginginkan agar Hinduisme dijadikan agama resmi negara.

Istilah “Hindutva” terdiri dari dua bagian:

Hindu: berasal dari kata Sanskerta Sindhu, nama kuno Sungai Indus. Dalam perkembangan bahasa, bangsa Persia kuno mengganti huruf “S” menjadi “H”, sehingga istilah “Hindu” digunakan untuk menyebut penduduk yang tinggal di seberang sungai tersebut.

-tva: akhiran dalam bahasa Sanskerta yang berarti “hakikat”, “esensi”, atau “keadaan menjadi”.

Secara harfiah, Hindutva berarti “esensi Hindu” atau “identitas Hindu”.

Bagaimana Hindutva bermula?

Nasionalisme Hindu muncul sebagai reaksi terhadap cara kolonial Inggris memandang agama Hindu. Namun kemudian berkembang menjadi ideologi mayoritarian yang melihat identitas India melalui tafsir tertentu terhadap Hinduisme.

Kemunculannya bertepatan dengan meningkatnya ketegangan Hindu-Muslim pada awal abad ke-20 di bawah pemerintahan Inggris. Ketegangan tersebut akhirnya memuncak dalam pembagian anak benua India saat kemerdekaan tahun 1947 dan lahirnya Pakistan berdasarkan identitas agama.

Pejuang kemerdekaan sekaligus ideolog India, Vinayak Savarkar, menciptakan istilah “Hindutva” dalam pamfletnya tahun 1923 berjudul Essentials of Hindutva.

Ia menggambarkan identitas Hindu sebagai kesatuan wilayah, budaya, dan sejarah, dengan India sebagai tanah leluhur sekaligus tanah suci umat Hindu.

Berdasarkan gagasan tersebut, sebagian pemikir Hindutva berpendapat bahwa umat Muslim dan Kristen tidak sepenuhnya menjadi bagian dari bangsa India karena tempat-tempat suci mereka berada di luar India.

Padahal India memiliki salah satu populasi Muslim terbesar di dunia dan jumlah umat Kristen yang lebih banyak dibandingkan sejumlah negara Eropa seperti United Kingdom.

Savarkar sendiri tetap menjadi tokoh kontroversial. Ia terkenal karena pernah menulis surat kepada pemerintah kolonial Inggris untuk memohon pembebasannya dari penjara terkenal di Kepulauan Andaman.

1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button