NASIONAL

Ingatkan Presiden Prabowo, Amien Rais: Jika Kezaliman Hukum Dibiarkan, Tunggu Prahara Politik

Jakarta (Suaraislam.id) — Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, H.M Amien Rais, menyampaikan pesan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto terkait proses hukum yang menjerat Roy Suryo dan dokter Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa.

Dalam video yang beredar pada Senin (22/6/2026), Amien menilai penahanan keduanya merupakan bentuk ketidakadilan. Ia memperingatkan dampak politik yang dapat timbul apabila pemerintah membiarkan proses tersebut berlanjut.

“Saya tujukan terutama untuk Saudara Prabowo, presiden kita, dan juga untuk orang-orang yang selalu berada di lingkaran istana yang mengerumuninya,” kata Amien membuka pernyataannya.

Menurut Amien, langkah yang diambil Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya terhadap Roy Suryo dan Tifa merupakan tindakan yang tidak tepat. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyebaran informasi bohong terkait tudingan mengenai keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

“Bung Prabowo, Polda Metro Jaya menurut hemat saya telah melakukan kezaliman atas Roy Suryo dan dr. Tifa Fauziah,” ujar mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini.

Ia menjelaskan bahwa aparat menilai tudingan mengenai ijazah Jokowi sebagai fitnah karena hasil penyelidikan menyimpulkan ijazah tersebut asli. Namun, menurut Amien, penahanan terhadap Roy Suryo dan Tifa tetap tidak dapat dibenarkan.

“Kalau Anda biarkan kezaliman hukum ini tumbuh merajalela, tunggu saja prahara politik yang akan Anda hadapi,” katanya.

Amien bahkan menyebut penangkapan, penahanan, dan proses hukum terhadap keduanya sebagai puncak kezaliman.

“Penangkapan, penahanan, dan pemenjaraan Roy dan Tifa menurut saya merupakan pinnacle of injustice, sebuah puncak kezaliman di mata saya dan banyak rakyat Indonesia,” ucap Ketua Majelis Syuro Partai Ummat itu.

Ia kemudian mengaitkan kritiknya dengan ajaran Al-Qur’an. Amien mengutip Surah Asy-Syura ayat 40 yang menyatakan bahwa Allah Swt. tidak menyukai orang-orang yang berbuat zalim.

“Dan balasan suatu keburukan adalah keburukan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim.” (QS. Asy-Syura: 40)

“Referensi saya adalah Al-Qur’an, kitab suci yang sudah berusia mendekati 15 abad dan tetap otentik. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menyukai manusia yang zalim,” katanya.

1 2Laman berikutnya
BACA JUGA
Close
Back to top button