#Bebaskan PalestinaINTERNASIONAL

Pemilu AS: Kandidat Pro-Palestina Menang Mutlak, Kubu Pro-Israel Tumbang

NEW YORK (Suaraislam.id) – Gelombang protes mahasiswa di Universitas Columbia terhadap genosida Israel di Gaza selama dua tahun terakhir sempat menghadapi tekanan berat dari aparat keamanan. Para demonstran juga didera sanksi akademik, kecaman politisi lintas partai, hingga ancaman deportasi.

Namun kini, wilayah kampus tersebut justru akan diwakili di Kongres Amerika Serikat (AS) oleh aktivis penggerak unjuk rasa antikolonial tersebut. Kemenangan ini menandai pergeseran peta politik yang signifikan di jantung negara sekutu utama Israel.

Ketika Darializa Avila Chevalier pertama kali mendeklarasikan pencalonannya pada November tahun lalu dengan mengenakan keffiyeh, namanya belum banyak dikenal publik. Kendati demikian, ia konsisten membawa misi menyatukan keluarga yang terpisah oleh sistem imigrasi dan melawan kejahatan genosida di Palestina.

Pada Selasa (23/06), Avila Chevalier yang didukung oleh Wali Kota New York City, Zorhan Mamdani, sukses menumbangkan anggota Kongres veteran, Adriano Espaillat. Kemenangan dalam nominasi Partai Demokrat ini menjadi salah satu kejutan terbesar dalam siklus pemilu kali ini.

Para aktivis kemanusiaan menilai keberhasilan Avila Chevalier beserta kandidat lain besutan sang wali kota sosialis demokratis menunjukkan merosotnya pengaruh politik pro-Israel di internal Demokrat.

“Semalam terjadi gempa politik di New York City, dan elite mapan Partai Demokrat telah diperingatkan,” ujar Beth Miller, Direktur Politik Jewish Voice for Peace (JVP) Action.

Beth Miller menegaskan bahwa dukungan tanpa pamrih terhadap kemerdekaan Palestina bukan sekadar pilihan moral. Baginya, sikap tegas menentang penjajahan tersebut kini menjadi jalan kemenangan bagi para kandidat progresif.

Tiga Kemenangan Utama

Dua kandidat lain yang disokong Zorhan Mamdani juga memenangi kursi Kongres AS pada hari yang sama. Brad Lander yang menolak bantuan militer ke Israel berhasil mengalahkan petahana pro-Israel, Dan Goldman, sementara legislator negara bagian, Claire Valdez, memenangi kursi kosong.

Kedua nominator tersebut maju dari dapil basis massa Demokrat sehingga diprediksi akan menang mudah pada pemilu maret mendatang. Di tingkat lokal, para pemilih juga memenangkan tokoh pengkritik Israel seperti Aber Kawas, yang berpeluang besar menjadi senator negara bagian pertama dari kalangan keturunan Palestina di New York.

“Apa yang kita saksikan adalah transformasi nyata mengenai apa yang bisa diterima dan diinginkan dalam politik Amerika,” kata Heba Gowayed, profesor sosiologi di City University of New York (CUNY) kepada Al Jazeera.

Heba Gowayed menyatakan hasil pemilu ini merupakan kekalahan telak bagi politik transaksional elite yang menganggap kritik terhadap Israel sebagai hal tabu. Ia menambahkan bahwa para kandidat progresif ini menang justru karena konsistensi mereka dalam membela hak-hak bangsa Palestina.

Direktur Politik US Campaign for Palestinian Rights Action (USCPR Action), Iman Abid, turut menyambut baik kemenangan Avila Chevalier dan Claire Valdez. “Malam ini di New York, rezim politik anti-Palestina runtuh di depan mata kita,” tegas Iman Abid dalam pernyataan tertulisnya.

Iman Abid memuji para politisi progresif berani yang berjuang demi keadilan pekerja, keterjangkauan sewa rumah, hak imigran, serta kemerdekaan Palestina. Menurutnya, kombinasi isu keadilan sosial dan kemanusiaan universal ini berhasil memenangkan hati konstituen.

1 2Laman berikutnya
Back to top button