NASIONAL

Amien Rais Ingin Prabowo Sampai 2029

“Misalnya ada sekelompok pemuda berteriak, ‘Mulyono, kami tidak rela provinsi kami atau kota kami datangi. Please go home, go back to Solo,’ dan lain-lain. Ini tentu makin repot. Jadi aib yang sudah ditimpakan kepada Pak Jokowi dan keluarganya sudah begitu berat. Misalnya disebut sebagai seorang nepotis, keluarganya korup, PSI hanya berkonsentrasi memikirkan keluarga Pak Jokowi, mengidap islamofobia, dan lain-lain. Maka dalam kekalutan pikirannya, termasuk ketika tidak diundang pada peringatan Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni yang lalu di Jakarta, Pak Jokowi mungkin menjadi semakin sadar bahwa daya tariknya sudah meleleh. Beliau mungkin baru sadar bahwa kini bukan siapa-siapa lagi. Walaupun di mata pendukung fanatiknya masih dikagumi, tetapi jumlah masyarakat yang tidak menyukai beliau tentu tidak sebanding. Ibarat kambing congek tanpa tanduk berhadapan dengan banteng yang besarnya belasan kali lipat dibandingkan kambing kurus, kering, dan sakit-sakitan,” jelasnya.

Menurut Ketua Majelis Syura Partai Ummat ini, Pak Jokowi sudah terlalu lama hidup dalam angan-angan politiknya sendiri.

Sebagian pihak menganggap TNI dan Polri akan tetap memberikan loyalitas secara buta kepada ayah dari Gibran tersebut.

“Menurut saya tidak demikian. Saya yakin teman-teman TNI dan Polri tentu tidak mau dicap publik sebagai alat kekuasaan yang tercela. Karena itu bisa saja nanti Jokowi tidak lagi diartikan sebagai Joko Widodo. Saya pernah mengatakan beberapa waktu lalu, Jokowi bisa diartikan sebagai ‘Joko Wirang’. Wirang artinya malu besar. Bagaimanapun, silakan jika Pak Jokowi ingin mengatur Indonesia sesuai seleranya. Tetapi saya ingin mengingatkan bahwa sekarang saatnya melakukan introspeksi diri yang lebih mendalam, terutama pada waktu-waktu yang tenang. Berdialoglah dengan ego sendiri. Apakah selama ini yang dilakukan sudah benar atau justru jauh dari kebenaran? Yang bisa menjawab sesungguhnya hanyalah Pak Jokowi sendiri,” papar Amien Rais.

Rep: Izzadina

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button