NU Garis Lurus: Haram Pilih Ketum PBNU Berpaham Liberal atau Syiah
Singosari (Suaraislam.id) – Menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama pada awal Agustus 2026 ini, NU Garis Lurus mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) di Aula Pesantren Ilmu Al-Qur’an Singosari, Kabupaten Malang, pada Selasa, 9 Juni 2026.
Munas yang dipimpin oleh KH Luthfi Bashori dan KH Idrus Ramli ini menghasilkan keputusan-keputusan yang tegas serta mengagetkan pengurus PBNU.
Meskipun NU Garis Lurus berada di luar struktur PBNU, pengaruhnya cukup kuat dalam memengaruhi jemaah NU, terutama di Jawa Timur.
Kelompok NU Garis Lurus ini mulai muncul di Jawa Timur sekitar tahun 2014.
Keberadaan kelompok ini mulai menjadi perbincangan luas di kalangan Nahdliyin menjelang Muktamar NU ke-33 tahun 2015 di Jombang.
Tokoh-tokoh yang memelopori NU Garis Lurus ini antara lain KH Luthfi Bashori, KH Idrus Ramli, KH Najih Maimun Zubair, serta beberapa kiai muda dan aktivis media sosial yang mengusung jargon “kembali ke Khittah NU 1926”.
Hasil lengkap Munas NU/Aswaja Garis Lurus ini adalah sebagai berikut:
1. Bolehkah memilih pemimpin yang terindikasi liberal atau terpengaruh Syiah menjadi Ketua Umum PBNU?
Hukumnya: HARAM.
قالَ اللهُ تَعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا
“Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepada kalian membawa suatu berita, maka telitilah terlebih dahulu.” (QS. Al-Hujurat: 6).
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ
“Katakanlah (Muhammad), ‘Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu berlebih-lebihan dengan cara yang tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu suatu kaum yang telah sesat sebelumnya, dan mereka telah menyesatkan banyak orang, serta mereka sendiri telah tersesat dari jalan yang lurus.’” (QS. Al-Ma’idah: 77).
وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia. Janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-An’am: 153).






