API Jabar: Umat Islam Harus Bersatu Hadapi Amerika dan Israel
Jumat (SI Online) – Ketua Aliansi Pergerakan Islam Jawa Barat (API Jabar), Ustaz Asep Syaripuddin (UAS), menyerukan pentingnya persatuan umat Islam dalam menghadapi dominasi global yang ia sebut sebagai hegemoni Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pemaparannya, Ustaz Asep menilai bahwa sistem global saat ini sangat dipengaruhi oleh kekuatan ekonomi dan politik Amerika, termasuk melalui dominasi mata uang dolar dalam transaksi internasional, khususnya perdagangan minyak.
“Dunia hari ini diatur oleh Amerika, salah satunya melalui sistem ekonomi global. Ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh mereka terhadap negara-negara lain,” ujarnya dalam sebuah kajian online pada Jumat (3/4/2026).
Pria yang akrab disapa Kang UAS itu juga menyinggung dinamika geopolitik global, khususnya situasi perang antara Iran dan Israel. Dalam konteks konflik tersebut, ia menekankan pentingnya melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas, khususnya dalam kaitannya dengan terjadinya kezaliman di Palestina.
“Kalau Amerika dan Israel gara-gara perang dengan Iran kemudian mereka bisa hancur ya kita untung, harapannya nanti dunia akan direstart kembali, sehingga Amerika dan Israel tidak bisa seenaknya lagi,” ungkapnya.
Menurutnya, dalam situasi konflik yang berkaitan dengan penjajahan dan penindasan, umat Islam perlu mengedepankan solidaritas global. Ia menilai bahwa upaya untuk menghentikan ketidakadilan di Palestina membutuhkan persatuan yang melampaui perbedaan internal umat.
“Dalam konteks perang, jangankan Iran yang mayoritas Syiah. Korea Utara ataupun Cina yang Komunis sekalipun kalau berperang dengan Amerika dan Israel harus kita dukung. Siapapun negaranya selama dalam konteks bagaimana mengusir Israel dari Palestina ini harus kita dukung,” katanya.
Kang UAS mengingatkan, saat ini kita harus membedakan antara konteks geopolitik dan kajian keislaman. Ia menjelaskan bahwa perbedaan mazhab atau teologi, seperti antara Sunni dan Syiah, tetap dapat didiskusikan secara ilmiah dalam forum tersendiri.
“Jika konteksnya kajian, kaitannya dengan mazhab atau teologis, kita bisa diskusi tersendiri. Kita bisa bedah tentang apa itu Sunni, apa itu Syiah dan bagaimana ragamnya, tapi itu kita diskusikan dalam momentum yang lain. Momentum hari ini yang harus dilakukan adalah kita semua bersatu untuk menghancurkan hegemoni Amerika yang merupakan pendukung utama Israel, jadi semua harus bersatu menyelamatkan Palestina dari kezaliman Israel dan Amerika,” jelasnya.
Pengasuh Santri Tahfizhul Qur’an Al Bahrum Limbangan Garut itu menambahkan bahwa kondisi di Palestina saat ini membutuhkan perhatian serius dari umat Islam dunia. Menurutnya, solidaritas tidak hanya dalam bentuk sikap, tetapi juga melalui dukungan nyata terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Dalam penutupnya, Kang UAS mengajak umat Islam untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan membangun kesadaran bersama dalam menghadapi tantangan global. “Yang paling penting adalah bagaimana umat Islam tidak terpecah belah. Dengan persatuan, kita bisa lebih kuat dalam memperjuangkan keadilan dan melawan kezaliman,” pungkasnya. []






