FILANTROPI

ARM HA-IPB Gelar Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan

Hal yang paling berkesan bagi Zaki adalah saat sesi bermain peran (role play), ketika semua peserta menyaksikan visualisasi dampak psikologis dan trauma korban atau penyintas kekerasan.

Zaki menyatakan bahwa ia akan membagikan ilmu serta pengalaman pelatihan ini ke lingkungan terdekatnya.

Sementara itu, Rashaqa Dildara Syahrul, relawan REMI Angkatan 62 dari Sekolah Bisnis, mengaku makin paham cara mengenali, menghindari, dan mengatasi tindak kekerasan yang terjadi di sekitarnya.

Ia amat tertarik dengan konsep penyaksi (bystander) dalam pendekatan 10 Langkah yang sangat penting untuk memutus rantai tindak kekerasan.

“Pesan saya kepada rekan-rekan mahasiswa IPB, kekerasan harus dihilangkan. Para penyaksi harus berani maju bersikap dan bertindak mendukung penyintas,” tukasnya.

Sebagai salah satu tindak lanjut pelatihan, ARM HA-IPB berencana membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan internal untuk mendukung kerja kemanusiaannya.

Kelas Belajar ARM HA-IPB sendiri merupakan salah satu kegiatan dalam program pelatihan pengayaan (enrichment training) yang digagas oleh Bidang Manajemen Relawan ARM HA-IPB.

“Kelas ARM HA-IPB ini merupakan edisi perdana dan kita menyiapkan pelatihan berikutnya dengan topik-topik yang relevan dengan kerja kemanusiaan relawan atau isu publik yang tengah marak untuk dapat direspon,” ujar Ketua Bidang Manajemen Relawan, Agus Susilo JP.[]

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button