NASIONAL

Dewan Dakwah Imbau Wali Kota Depok Kembangkan Budaya Islam

Depok (Suaraislam.id) – Upaya Wali Kota Depok, Supian Suri mengembangkan budaya Bali dan budaya Belanda di Depok mendapat kritikan dari beberapa tokoh Islam Depok. Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Depok, Ustaz Hasan Basri Siahaan menyatakan bahwa dengan jumlah mayoritas umat Islam lebih dari 90 persen harusnya budaya Islam yang dikembangkan bukan budaya lain.

“Umat Islam di Depok jumlahnya kan 93 persen, jadi budaya Islam seperti menutup aurat, nasyid (lagu-lagu islami), tabligh akbar, ngaji bakda magrib harus dibudayakan di kota tercinta ini,“ kata Ustaz Hasan kepada Suara Islam, Selasa (11/8/2026). Selain itu menurutnya perlu dirawat situs-situs Islam di Depok dan berbagai bidaya lain yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Ia juga menyayangkan tampilan penyanyi Liza Natalia yang ‘bergoyang seronok‘ dalam acara senam pagi di Depok beberapa waktu lalu. Ayu Ting Ting juga pernah tampil dengan pakaian yang merangsang syahwat tahun lalu dalam konsernya.

“Hal-hal seperti ini tidak boleh terulang lagi. Jangan sampai penyanyi berpenampilan pakaian minim dan membuat pemuda akhirnya mencari pelampiasan dengan berzina. Pakaian minim dan zina jangan sampai menjadi budaya. Zina adalah perbuatan kriminal dalam Islam dan pelakunya mendapat laknat Allah SWT,“ terang Ustaz Hasan yang sering memberi ceramah di kota Depok.

Pengasuh Pesantren al Maunah, KH Nurjaya sependapat dengan Ustaz Hasan. Menurutnya, Wali Kota Depok harus melakukan kebijakan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, karena ia beragama Islam.

“Nilai-nilai Islam harus jadi pedoman wali kota dalam menata kebijakan di kota Depok ini. Dengan berpedoman pada Islam, maka Depok akan menjadi rahmatan lilalamin. Depok menjadi nyaman baik bagi mayoritas umat Islam maupun minoritas umat lain,” terangnya.

Kiai Nurjaya mengharapkan agar wali kota bersikap mandiri, tidak terkena bujukan pihak-pihak luar sehingga membuat kebijakan yang melukai umat Islam.

“Pembatalan pembangunan masjid margonda ini kan melukai umat Islam Depok. Jelas bahwa masjid pinggir jalan raya Margonda ini dibutuhkan masyarakat, kenapa tidak dibangun. DPRD kan juga sudah menyetujui saat itu, kenapa dibatalkan,”tanyanya.

Ketua Persaudaraan Alumni 212 Depok ini juga mengharapkan Wali Kota sering berdialog dengan tokoh-tokoh Islam Depok, sehingga tidak membuat kebijakan yang salah.

“Para kiai atau tokoh-tokoh Islam Depok ini sudah puluhan tahun menjaga ketentraman masyarakat sehingga tidak ada kerusuhan besar di kota Depok. Depok yang tenteram ini harus kita jaga bersama,” terangnya. [NH]

Back to top button