Bagaimana Serangan AS–Israel Tidak Meruntuhkan Iran?
Model pertukaran barang ini juga telah diterapkan dengan Pakistan dan sedang dipertimbangkan oleh India untuk menukar minyak dengan beras.
Iran berpotensi memperluas model barter ini ke wilayah Selat Hormuz dengan mengubah pendapatan biaya transit menjadi komoditas perdagangan regional.
Walaupun demikian, dominasi dolar tidak akan runtuh secara instan karena masih menguasai 80 persen transaksi minyak global dan 57 persen cadangan devisa dunia.
Perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran sebenarnya tidak memicu keruntuhan instan melainkan erosi bertahap terhadap supremasi dolar yang sulit dibalikkan.
Fenomena dedolarisasi dan jaringan hawala menunjukkan adanya paradoks struktural dalam strategi militer serta diplomatik Barat terhadap Teheran.
Alih-alih melemahkan pertahanan Iran, tekanan ini justru memperluas infrastruktur perlawanan internasional melalui apa yang disebut sebagai poros penghindaran.
Jika tren ini terus berlanjut, pihak yang paling dirugikan bukanlah negara Iran melainkan efektivitas rezim sanksi dan peran dominan dolar sebagai alat geopolitik Barat.[]
Sumber: Aljazeera




