RESONANSI

Baitul Wathwath, Puisi dan Masa Depan NU: Membaca Isyarat Ulama di Tengah Dinamika Kekuasaan Jam’iyyah

Penutup

Tulisan ini tidak bertujuan menghakimi pihak mana pun, melainkan mengajak pembaca—khususnya warga NU—untuk membaca kembali isyarat ulama dengan kacamata akademik dan reflektif.

Puisi, simbol, dan keputusan struktural adalah teks sosial yang saling terkait, menggambarkan pergulatan antara nilai, kekuasaan, dan amanah kebangsaan.

Pertanyaan penting yang tersisa bukanlah siapa yang menang atau kalah dalam konflik internal, melainkan apakah NU mampu menjadikan momentum ini sebagai jalan pembenahan etik dan kelembagaan.

Masa depan NU, sebagai kekuatan keagamaan terbesar di Indonesia, sangat ditentukan oleh kemampuannya memilih terang nilai, bukan abu-abu kekuasaan.[]

Muhammad Nursech Zamzami, Mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta,Kabid Pendidikan Marhalah Ula PP Al Anwariyah Al Idrus.



Laman sebelumnya 1 2
Back to top button