DAERAH

Presiden Prabowo Hadiri Mujahadah Kubra Satu Abad NU di Stadion Gajayana Malang

Malang (SI Online) – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Mujahadah Kubra Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Ahad (07/02/2026). Acara ini diikuti puluhan ribu warga Nahdliyin dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Hadir juga, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Tsaquf, serta jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU-PWNU Jawa Timur. Tampak hadir pula para menteri Kabinet Merah Putih, Ketua MPR, Ketua Umum MUI, Kapolri, Panglima TNI, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, kepala daerah, serta tokoh-tokoh nasional lainnya.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa bahagianya berada di tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU), yang menurutnya menumbuhkan keberanian untuk mengabdi dan membela kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Demikian disampaikan Presiden dalam sambutannya pada acara Mujahadah Kubro memperingati Hari Lahir Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Ahad pagi, 8 Februari 2026.

“Setiap kali saya muncul di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, di tengah-tengah santri-santriwati, di tengah-tengah kiai, apalagi ada kiai-kiai besar dan ulama-ulama besar di belakang saya, rasanya saya terus jadi lebih berani untuk berbakti, mengabdi dan membela rakyat Indonesia seluruhnya,” kata Prabowo.

Presiden mengapresiasi atas sambutan yang diterimanya dari warga NU. Kehadirannya di tengah warga NU memberikan semangat, kesejukan, serta rasa persatuan dan keguyuban, sekaligus menghadirkan harapan terwujudnya bangsa dan negara yang adil.

“Saya merasakan harapan atas bangsa negara yang adil. Apalagi tadi, saya merasakan kuatnya tangan emak-emak dari NU ini. Luar biasa kekuatan emak-emak ini. Terima kasih undangan ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti kiprah NU selama satu abad yang dinilai telah membuktikan perannya sebagai salah satu pilar utama kebesaran bangsa. NU disebut selalu tampil ketika negara berada dalam situasi berbahaya dan berperan dalam menjaga keutuhan bangsa.

Presiden lalu menyinggung tentang sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang diuji di Jawa Timur, khususnya di Surabaya dan sekitarnya.

Dalam pertempuran tersebut, rakyat Jawa Timur yang dipimpin para kiai dan ulama berhasil mempertahankan kemerdekaan Indonesia melawan kekuatan besar dunia

“Kita telah berhasil menghadapi Inggris, pemenang Perang Dunia ke-II. Rakyat Jawa Timur, rakyat Surabaya dipimpin oleh para Kiai, para ulama kita telah buktikan bahwa bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang tidak mau tunduk lagi kepada siapa pun yang ingin menjajah bangsa kita. NU selalu berusaha untuk menjaga persatuan dan memang itulah pelajaran sejarah,” ucapnya.[]

BACA JUGA
Close
Back to top button