#Perang Iran vs AS-IsraelLAPSUS

Berapa Besar Biaya Perang Iran bagi AS?

Memprediksi total biaya kampanye ini sulit, dan para ahli memperingatkan bahwa tantangan yang lebih besar mungkin justru soal persediaan (inventori) senjata.

Sistem persenjataan apa yang digunakan dalam perang Iran?

Menurut CENTCOM, Operation Epic Fury melibatkan lebih dari 20 sistem senjata di udara, laut, darat, dan pertahanan rudal.

Beberapa di antaranya:

  • Kekuatan udara
  • Pengebom B-1
  • Pengebom siluman B-2 (digunakan untuk menyerang infrastruktur nuklir dan militer utama)
  • Jet tempur siluman F-35 Lightning II dan F-22 Raptor
  • Jet tempur F-15 (tiga di antaranya hilang dalam insiden di Kuwait pada 1 Maret)
    F-16 Fighting Falcon, F/A-18 Super Hornet, dan A-10 (untuk serangan dan dukungan)
  • EA-18G Growler (serangan elektronik dan penekanan pertahanan udara musuh)
    Pesawat peringatan dini dan kendali udara (AWACS)
  • Drone dan sistem serangan jarak jauh
  • Drone LUCAS (pertama kali digunakan dalam pertempuran; dikembangkan dari desain Iran)
  • Drone MQ-9 Reaper
  • Sistem artileri roket mobilitas tinggi M-142 (HIMARS)
  • Rudal jelajah Tomahawk yang diluncurkan dari kapal perang
  • Sistem pertahanan rudal
  • Sistem rudal pencegat Patriot dan THAAD (untuk mencegat rudal balistik dan drone Iran)
  • Sistem penangkal drone
  • Proyeksi kekuatan laut
  • Dua kelompok tempur kapal induk yang dipimpin oleh:
    USS Gerald R. Ford
    USS Abraham Lincoln
  • Serta pesawat patroli maritim P-8 Poseidon dan pesawat logistik seperti C-17 Globemaster dan C-130 Hercules.

Berapa besar biaya perang Iran bagi AS?

Memprediksi total biaya kampanye militer yang sedang berlangsung sangat sulit. Para ahli mengatakan masih terlalu dini untuk memperkirakan berapa besar biaya akhir perang ini bagi AS.

Christopher Preble, peneliti senior di Stimson Center, mengatakan Pentagon belum mempublikasikan angka resmi sehingga yang bisa dilakukan baru sebatas spekulasi, baik soal biaya masing-masing senjata maupun operasi laut dan udara.

Laporan kantor berita Anadolu memperkirakan AS mungkin telah menghabiskan sekitar 779 juta dolar AS dalam 24 jam pertama Operation Epic Fury.

Pengerahan militer sebelum serangan — termasuk reposisi pesawat, pengerahan lebih dari selusin kapal perang, dan mobilisasi aset regional — diperkirakan menelan tambahan 630 juta dolar AS.

Menurut Center for New American Security, biaya mengoperasikan satu kelompok tempur kapal induk seperti USS Gerald R. Ford mencapai sekitar 6,5 juta dolar AS per hari.

Selain itu, ada juga biaya akibat kehilangan peralatan. Setidaknya tiga jet tempur AS ditembak jatuh di Kuwait dalam insiden yang disebut pejabat AS sebagai salah tembak (friendly fire).

Namun para ahli menilai kekhawatiran terbesar bukan semata keberlanjutan finansial, melainkan persediaan senjata.

Dengan anggaran pertahanan AS sekitar 1 triliun dolar — bahkan ada permintaan kenaikan hingga 1,5 triliun dolar — secara finansial perang ini dinilai masih dapat ditanggung.

Masalahnya adalah inventori, terutama rudal pencegat seperti Patriot dan SM-6 yang digunakan untuk menghadapi rudal balistik.

Preble memperingatkan bahwa tingkat pencegatan yang tinggi tidak bisa dipertahankan tanpa batas waktu. Laju operasi saat ini mungkin hanya bisa bertahan beberapa minggu.

Ia juga mencatat kekhawatiran serupa muncul dalam konflik 12 hari dengan Iran pada Juni lalu, ketika muncul spekulasi bahwa stok rudal pencegat AS dan Israel mulai menipis.

Sebagian pencegat tersebut awalnya dialokasikan untuk Ukraina menghadapi serangan Rusia, dan sebagian lain untuk kawasan Indo-Pasifik. Mengalihkan senjata dari wilayah-wilayah tersebut menimbulkan risiko strategis.

Selain itu, produksi pengganti tidak berlangsung cepat. Rudal Patriot atau SM-6 adalah peralatan yang sangat kompleks dan tidak dapat diproduksi ratusan atau ribuan unit per hari.

Dengan kata lain, secara uang mungkin AS mampu membiayai perang ini — tetapi dari sisi stok senjata, keberlanjutannya jauh lebih rumit. []

Sumber: Al Jazeera

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button