Berhijrah dari Jahiliah Modern Menuju Syariat Islam
Dalam bidang ekonomi, masyarakat jahiliah dikenal dengan praktik riba, kecurangan dagang, penimbunan barang, perbudakan, dan eksploitasi manusia. Hari ini, praktik tersebut tidak hilang, melainkan berkembang dalam sistem ekonomi kapitalisme global.
Riba telah menjadi fondasi utama sistem keuangan dunia saat ini. Akibatnya, kekayaan menumpuk pada segelintir orang, sementara jutaan manusia terjebak utang dan kemiskinan.
Buruh dieksploitasi, sumber daya alam dikuasai korporasi besar, dan manusia hanya dinilai berdasarkan produktivitas ekonominya. Kondisi politik pun tidak jauh berbeda dengan masa lalu.
Dahulu, kekuasaan berada di tangan para pembesar Quraisy yang mayoritas merupakan kalangan saudagar dan pemilik modal. Mereka menentukan arah kebijakan sesuai kepentingan kelompoknya.
Hari ini, realitas itu tampak jelas dalam kolaborasi antara penguasa dan pemilik modal. Demokrasi yang diklaim sebagai pemerintahan rakyat sering kali justru menjadi sarana dominasi kelompok berkepentingan (oligarki).
Kebijakan publik kerap lebih menguntungkan para pemilik kapital dibandingkan rakyat banyak. Begitu pula dalam aspek ikatan sosial antarmasyarakat.
Dahulu, masyarakat Arab diikat oleh fanatisme suku dan kabilah (ashabiyah), di mana loyalitas diberikan kepada kelompok dan bukan kepada kebenaran. Kini, fanatisme itu hadir dalam bentuk nasionalisme, sektarianisme, dan regionalisme yang memecah belah umat Islam.
Dalam kehidupan sosial, jahiliah dahulu dipenuhi berbagai kemaksiatan, perzinaan, penyimpangan seksual, serta diskriminasi terhadap perempuan. Hari ini, berbagai bentuk kerusakan moral tersebut tampil lebih terbuka dan dilegalkan atas nama kebebasan individu serta hak asasi manusia (HAM).
Karena itu, meskipun bentuk luarnya berbeda, hakikat kedua zaman ini tetap sama. Jahiliah dahulu dan jahiliah modern sama-sama menempatkan manusia sebagai pembuat aturan dan menyingkirkan petunjuk Allah Swt. dari kehidupan.
Ketika Rasulullah Saw. diutus, beliau tidak sekadar mengajak manusia meninggalkan berhala batu. Beliau mengajak manusia berhijrah dari seluruh sistem jahiliah menuju sistem hidup yang dibangun di atas akidah Islam.
Maka, hijrah bukan hanya perpindahan tempat fisik, melainkan perpindahan cara berpikir, cara memandang kehidupan, dan cara mengatur masyarakat. Umat Islam hari ini membutuhkan transformasi yang sama.
Umat harus berhijrah dari sistem jahiliah modern menuju kehidupan yang diatur oleh syariat Islam secara menyeluruh. Oleh karena itu, gerakan ini tidak boleh berhenti pada level individu saja.
Perubahan harus mencakup bidang ekonomi, politik, pendidikan, sosial, budaya, hingga tata kelola negara. Kebangkitan umat tidak akan terwujud hanya dengan perbaikan moral personal selama sistem yang mengatur kehidupan tetap melahirkan kerusakan.
Sebagaimana Rasulullah Saw. membangun masyarakat Islam secara total di Madinah, umat Islam hari ini juga membutuhkan perubahan yang bersifat menyeluruh dan mendasar. Sejarah telah membuktikan bahwa umat Islam pernah memimpin dunia selama berabad-abad ketika menjadikan Islam sebagai asas kehidupan.






