#Lawan IslamofobiaNASIONAL

BNPT Sebut Ratusan Pesantren Terafiliasi Jaringan Terorisme, Kiai Muhyiddin: Umat Islam Mayoritas, tapi Selalu Dipojokkan

“Jualan radikal radikul di era digital sudah kedaluarsa dan sangat kontraproduktif,” tegasnya.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu menyarankan, selain pesantren, seharusnya BNPT juga melakukan penelitian (research) dan penyelidikan tentang kegiatan pusat kajian Kristenisasi, gereja dan chapels yang dikelola oleh misionaris Kristen di Indonesia Timur dan wilayah lain secara adil.

“Fakta dan data menunjukan, begitu banyak gembong teroris dan separatis berlindung di gereja dan sebagainya dengan mengeksploitasi dana sosial untuk membiayai kegiatan mereka,” kata Kiai Muhyiddin.

Kiai Muhyiddin meminta agar BNPT fokus untuk mengirimkan Densus 88 dan TNI ke wilayah yang telah jelas menjadi sarang separatis. “BNPT sebaiknya fokus memperkuat daya ledaknya dengan mengirimkan Densus 88 dan TNI ke wilayah yang sudah jelas jadi sarang separatis.

Baca juga: BNPT Sebut 600 Akun di Dunia Berpotensi Radikal

Selain itu Kiai Muhyiddin juga menyarankan, seharusnya pemerintah mengevaluasi diri dan mengoreksi semua kebijakan yang ugal-ugalan dan inkonstitisional yang menyengsarakan rakyat banyak.

Pasalnya, saat ini kekuatan oligarki dirasakan sangat powerful dan dominan. Seakan kelompok kecil dengan kekuatan modal yang dahsyat dari etnis tertentu sangat berperan menentukan arah negara ini.

Sebelumnya, Kepala BNPT Boy Rafli Amar menyebutkan bila lembaganya masih menemukan adanya pondok pesantren yang diduga terafiliasi dengan jaringan teroris. Jumlahnya mencapai ratusan pondok pesantren di berbagai wilayah.

“Ada sebelas pondok pesantren yang menjadi afiliasi Jamaah Anshorut Khalifah, 68 pondok pesantren afiliasi Jamaah Islamiyah dan 119 pondok pesantren afiliasi Anshorut Daulah atau simpatisan ISIS,” kata Boy dalam pemaparan di Komisi III DPR, Selasa, 25 Januari 2022, seperti dilansir Tempo.co.

red: farah abdillah

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Back to top button