Empat Modal Sukses Sejati Menurut Al-Qur’an
Setiap manusia tentu ingin hidup sukses dan mendapatkan keberuntungan, baik di dunia maupun di akhirat. Untuk merealisasikannya, kita harus mengikuti petunjuk Al-Qur’an dan sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam secara istikamah.
Salah satu petunjuk dan pedoman hidup yang sangat mendasar tercantum dalam Al-Qur’an surah Al-‘Ashr. Berikut adalah bunyi keseluruhan ayat dari surah pendek yang sarat makna tersebut:
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al-‘Ashr: 1–3).
Kita perlu memperhatikan firman Allah di atas dengan saksama karena mengandung peringatan yang sangat serius. Allah bersumpah menggunakan wawu qasam serta menambahkan huruf penegas untuk menyatakan bahwa semua manusia berada dalam kerugian.
Surah Al-‘Ashr merupakan bagian Al-Qur’an yang banyak dihafal oleh kaum muslimin karena redaksinya yang sangat pendek. Namun, sangat sedikit di antara mereka yang mampu memahami kandungan maknanya secara mendalam.
Terkait keistimewaan kandungan surah ini, Imam Asy-Syafi’i rahimahullah pernah memberikan sebuah penegasan yang sangat masyhur. Beliau menyebutkan bahwa andai manusia merenungkan surah ini, maka petunjuk di dalamnya sudah mencukupi bagi mereka.
لَوْ تَدَبَّرَ النَّاسُ هَذِهِ السُّورَةَ لَوَسَعَتْهُمْ
“Seandainya setiap manusia merenungkan surah ini, niscaya hal itu akan mencukupi untuk mereka.” (Tafsir Ibnu Katsir 8/499).
Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah kemudian menjelaskan maksud perkataan Imam Syafi’i tersebut agar tidak salah dipahami. Menurut beliau, surah ini sudah cukup menjadi dorongan bagi manusia untuk memegang teguh agama melalui empat pilar utama.
Orang yang berakal tentu akan langsung berusaha membebaskan dirinya dari kerugian setelah membaca peringatan ini. Caranya adalah dengan menghiasi diri menggunakan empat modal kesuksesan, yaitu beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.
Secara umum, terdapat empat modal utama yang wajib dipenuhi oleh setiap pemburu kesuksesan sejati. Formula ini akan menuntun kita menuju kebahagiaan di dunia yang fana sekaligus keselamatan di akhirat yang kekal.
Pertama: Iman
Iman merupakan modal dasar yang paling utama untuk meraih keberuntungan di dunia dan akhirat. Tanpa fondasi keimanan yang kuat, mustahil bagi seseorang untuk mendapatkan keselamatan sejati tersebut.
Terkait hakikatnya, Imam Asy-Syafi’i dan Imam Al-Bukhari merumuskan definisi iman secara terperinci menjadi satu kesatuan. Iman harus mencakup keyakinan di dalam hati, ikrar dengan lisan, dan pembuktian melalui amal perbuatan.






