Bukber Bareng Ojol di Masjid Ibn Khaldun, Kiai Didin Ajak Tingkatkan Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadan

Namun di sisi lain, lanjutnya, banyak dari mereka memiliki keterbatasan kompetensi dan keterampilan sehingga sulit bersaing di dunia kerja yang semakin ketat dan sulitnya lapangan kerja.
“Kondisi ini membuat mereka harus bertahan dengan penghasilan yang pas-pasan, bahkan sering kali masih dipotong berbagai biaya,” katanya.
Karena itu, Baytul Maal Bogor berinisiatif menjalin komunikasi dan interaksi dengan komunitas ojol sebagai bagian dari upaya pemberdayaan sosial ekonomi umat melalui pemanfaatan dana sosial Islam seperti zakat, infak, dan sedekah.
“Kami berharap para ojol semakin dekat dengan masjid, rumah Allah, dan juga semakin dekat dengan sumber ilmu, yaitu para kiai, sehingga semakin gemar mengaji,” ujarnya.
Kegiatan di Masjid Ibn Khaldun ini merupakan batch kedua dari rangkaian program tersebut. Selanjutnya, batch ketiga akan dilaksanakan pada Sabtu, 14 Maret 2026, bekerja sama dengan DKM Masjid Assofia, menghadirkan KH Akhmad Alim, Imam Besar Assofia yang juga Ketua Dewan Pengawas Syariah Baytul Maal Bogor.

Perwakilan Komunitas Ojol Bogor, Yadi Mulyadi, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mengikuti kegiatan buka puasa bersama tersebut.
“Kami sangat bersyukur bisa ikut acara bukber bersama Kiai Didin. Kami mendapatkan ilmu dan doa dari beliau, terutama pesan untuk meningkatkan ibadah di bulan Ramadan, khususnya pada 10 hari terakhir,” katanya.
Ia berharap pesan yang disampaikan dalam acara tersebut dapat menginspirasi para pengemudi ojol untuk lebih semangat beribadah di tengah kesibukan bekerja.
“Terima kasih atas ilmu dan bingkisannya. Semoga kita semua diberkahi oleh Allah SWT,” tutupnya.
Di akhir acara, panitia membagikan bingkisan kepada para pengemudi ojol sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada mereka yang setiap hari bekerja melayani masyarakat.
Acara tersebut juga dihadiri Rektor UIKA Prof Dr Endin Mujahidin, Wakil Rektor Dr Hambari dan Dr Budi Susetyo, Ketua DKM Masjid Ibn Khaldun Dr Dedi Supriadi dan lainnya. []






