Bukber Bareng Ojol di Masjid Ibn Khaldun, Kiai Didin Ajak Tingkatkan Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadan

Bogor (SI Online) – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Ibn Khaldun Bogor bekerja sama dengan Baytul Maal Bogor menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama (bukber) dengan para pengemudi ojek online (ojol), Selasa (10/3/2026).
Kegiatan yang bertema “Bukber Pak Ojol Bareng Pak Kiai” ini menghadirkan Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS, ulama kharismatik asal Bogor yang saat ini juga menjadi Ketua Pembina Masjid Ibn Khaldun Bogor.
Acara yang berlangsung di Masjid Ibn Khaldun Bogor ini diikuti seratus pengemudi ojol dari berbagai komunitas di Kota Bogor. Selain berbuka puasa bersama, kegiatan juga diisi tausiyah Ramadan dan penyerahan bingkisan kepada para pengemudi ojol.
Dalam sambutannya, Kiai Didin menyampaikan bahwa masjid sejak awal dirancang bukan hanya sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat kegiatan umat, termasuk kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat.
“Masjid didesain menjadi pusat kegiatan umat. Selain untuk salat dan pengajian, juga untuk kegiatan sosial seperti buka puasa bersama dan berbagi bingkisan kepada saudara-saudara kita, termasuk para ojol,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum 10 hari terakhir Ramadan sebagai waktu terbaik untuk meningkatkan ibadah. Menurutnya, dari 365 hari dalam setahun, sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan waktu paling istimewa karena di dalamnya terdapat malam yang penuh keberkahan dan doa-doa yang mudah dikabulkan.
Kiai Didin mengumumkan bahwa mulai malam ke-21 Ramadan, Masjid Ibn Khaldun akan menyelenggarakan kegiatan itikaf yang terbuka untuk masyarakat, termasuk para pengemudi ojol.
“Di tengah kesibukan mencari nafkah, sempatkanlah datang ke masjid untuk itikaf. Bisa satu atau dua jam, atau kalau memungkinkan sepanjang malam. Bahkan lebih baik lagi jika bisa mengikuti selama 10 hari penuh,” katanya.
Ia juga mengingatkan jamaah untuk memperbanyak doa pendek yang dianjurkan Rasulullah SAW pada malam-malam terakhir Ramadan, yaitu: “Allahumma afuwun karim tuhibbul afwa fa’fu ‘anni.” yang artinya “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku”
Kiai Didin berharap dengan kehadiran para pengemudi ojol membawa keberkahan untuk semua jamaah. “Mudah-mudahan kehadiran kita di masjid mengundang keberkahan dari Allah SWT,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Baytul Maal Bogor Ustaz Andi Ihsan Arkam menjelaskan bahwa para pengemudi ojol dipilih sebagai penerima manfaat kegiatan karena mereka merupakan pejuang ekonomi keluarga.
“Mereka bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga, mulai dari pangan, pendidikan, hingga kesehatan. Mereka harus menghadapi panas, debu di jalan, bahkan hujan saat bekerja,” jelasnya.
Menurutnya, para ojol juga menjadi pelayan masyarakat yang membantu mobilitas banyak orang di tengah kemacetan kota.






