RESONANSI

Cintai Ayah, Hadirkan Kehangatan Keluarga

Hari Ayah diperingati setiap tanggal 12 November. Peringatan ini menegaskan bahwa ayah memiliki peran besar dalam membangun kehidupan keluarga yang sakinah mawadah dan rohmah sehidup sedunia dan sesurga.

Ayah adalah sosok yang sangat penting dalam keluarga. Mereka adalah tulang punggung keluarga, pemberi nafkah, dan teladan bagi anak-anaknya. Namun, seringkali kita lupa untuk menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang kepada ayah kita.

Dalam Islam, berbakti kepada orang tua, termasuk ayah, adalah kewajiban yang sangat penting. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuanya.” (QS. Luqman: 14)

Rasulullah Saw juga bersabda, “Ridho Allah tergantung pada ridho orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi). Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya memuliakan dan menyenangkan hati orang tua, termasuk ayah.

Dengan mencintai ayah, kita dapat menghadirkan kehangatan keluarga. Ayah yang merasa dicintai dan dihargai akan lebih termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga. Anak-anak juga akan merasa lebih nyaman dan aman dengan ayah yang mencintai dan dicintai.

Berikut beberapa cara untuk menunjukkan cinta kepada ayah antara lain mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas segala yang telah ayah lakukan; membantu ayah dalam pekerjaan rumah atau tugas lainnya; menghabiskan waktu bersama ayah dan melakukan aktivitas yang menyenangkan; dan mendoakan ayah dan memohonkan rahmat dan ampunan Allah untuknya

Dengan mencintai ayah, kita dapat menghadirkan kehangatan keluarga dan menciptakan lingkungan yang harmonis dan bahagia. Mari kita tunjukkan cinta dan kasih sayang kita kepada ayah, karena mereka adalah anugerah yang sangat berharga bagi kita.

Semoga kita dapat mencintai dan memuliakan ayah kita dengan tulus dan ikhlas. []

Imam Nur Suharno, Penulis Buku “Keluarga Samara Sehidup Sesurga” dan Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Jawa Barat.

Back to top button