DAERAH

Dapur MBG, Titik Balik Harapan Dariel

“Sekarang saya kuliah sambil bekerja. Ambil kelas karyawan, jadi Sabtu-Minggu. Kalau ada bentrok, saya menyesuaikan,” jelasnya.

Sebagai putra sulung, semangat Dariel juga dipicu oleh rasa tanggung jawab besar untuk senantiasa membantu perekonomian keluarganya.

“Kalau orang tua butuh dan saya ada, saya bantu. Saling membantu saja,” katanya.

Kehangatan keluarga pun terasa kental karena kedua adiknya yang masih bersekolah ternyata turut menjadi penerima manfaat dari program MBG.

“Kadang mereka tanya, ‘Aa MBG-nya apa hari ini?’ Terus kita saling cerita,” ujarnya sambil tersenyum.

Bagi Dariel, bekerja di dapur ini memberikan kepuasan batin karena ia bisa melihat langsung dampak positif program tersebut terhadap gizi adik-adiknya.

Ia kini menyadari bahwa keputusan kecil yang diambil di tengah ketidakpastian telah membawanya pada produktivitas yang luar biasa.

“Program ini sangat membantu, terutama buat orang-orang seperti saya yang sempat ada di posisi sulit. Dari yang sebelumnya nggak punya pekerjaan, sekarang bisa kerja lagi, bahkan sambil lanjut kuliah,” ujarnya.

Dariel menaruh harapan besar agar inisiatif ini terus berlanjut karena mampu memberikan kesempatan kedua bagi banyak orang untuk bangkit.

“Semoga program ini terus berlanjut. Karena manfaatnya bukan hanya untuk penerima makanannya, tapi juga untuk kami yang bekerja di dalamnya. Banyak yang terbantu, banyak juga yang bisa mulai lagi dari awal,” lanjutnya.

Dapur SPPG kini telah bertransformasi menjadi saksi bisu perjalanan Dariel dalam menemukan kembali arah hidup yang sempat tertunda.[]

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button