RESONANSI

Di Antara Jurnal, Buku, dan Opini Publik

Menuju Ekosistem Pengetahuan

Alih-alih mempertentangkan jurnal, buku, dan artikel populer, lebih produktif melihatnya sebagai satu ekosistem. Jurnal menjaga ketepatan, buku merawat kedalaman, artikel populer memastikan relevansi sosial. Ketiganya saling melengkapi, bukan saling meniadakan.

Ilmuwan dan pendidik di era ini dituntut menjadi “bilingual”: fasih dalam bahasa metodologi, sekaligus luwes dalam bahasa publik. Ini bukan tuntutan ringan, tetapi keniscayaan. Pengetahuan yang tidak mampu berkomunikasi dengan masyarakat berisiko kehilangan makna sosialnya.

Pengetahuan dan Tanggung Jawab Sosial

Pada akhirnya, menulis adalah tindakan etis. Pilihan medium mencerminkan cara ilmuwan memandang perannya di masyarakat. Di tengah arus informasi yang tak bisa dibendung, kehadiran suara ilmiah yang jujur, hati-hati, dan komunikatif justru semakin penting. Bukan untuk memenangkan perdebatan, melainkan untuk menjaga agar diskursus publik tidak sepenuhnya terlepas dari nalar dan bukti.

Di situlah letak tanggung jawab intelektual hari ini: bukan hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi memastikan ia tetap hidup, dipahami, dan dipertanggungjawabkan di tengah hiruk-pikuk zaman. (***)

Muhibbullah Azfa Manik, Dosen Universitas Bung Hatta, Padang, Sumatera Barat.

Laman sebelumnya 1 2
BACA JUGA
Close
Back to top button